Ayo Dadi Suluh, Sulur, lan Suluk !

        Pada tanggal 17 Agustus 2018 lalu, komunitas Seminari Tinggi St. Paulus mengikuti instruksi pembinaan dan dinamika kehidupan seminari dari Rm. M. Djoko Setya Prakosa, Pr selaku Rektor Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan. Instruksi yang dilaksanakan di Kapel Santo Paulus ini merupakan agenda rutin setiap tahun. Agenda ini diadakan untuk memberi arah pendampingan dan pengembangan formasi bagi para calon imam di Seminari Tinggi selama satu tahun ke depan (2018/2019).

       Dalam instruksi tersebut, Romo Rektor merangkum arah pembinaan dalam tiga kata kunci: Suluh, Sulur dan Suluk. Beliau memaparkan bahwa Suluh (obor) memuat ajakan sekaligus harapan supaya para frater menjadi terang bagi sesama dan tidak hanya untuk diri sendiri. Sulur (tempat merambat) memuat ajakan sekaligus harapan agar para frater semakin matang dalam hal kepribadian. Kematangan tersebut dapat dicapai dengan menciptakan keheningan. Dengan demikian, para frater boleh menjadi matang dan siap menjadi tempat merambat siapapun yang dipercayakan kepada mereka. Yang terakhir, Suluk (perkataan yang baik) memuat ajakan agar para frater belajar mempertanggungjawabkan perkataan serta berbicara secara baik kepada siapapun dengan menampilkan diri sebagai pribadi “yang ngimami”. Dengan demikian, berbicara baik pun mencerminkan identitas sebagai calon imam yang baik pula. (Fr. Deimen, KAS, Tingkat I)

 

Berita sebelumyaPersyaratan Masuk Seminari
Berita berikutnyaLomba Kerakyatan 17-an

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Renungan Sabda: Markus 10:13-16 (Sabtu Biasa Pekan VII)

Anak Kecil, Empunya Kerajaan AllahDoa Pembuka:     Allah Bapa Mahakasih, Engkau menciptakan segala sesuatu baik adanya. Ajarilah kami untuk menghargai dan meluhurkan segala ciptaan-Mu....

Renungan Sabda: Lukas 8:16-18 | Senin, 23 September 2019 | Pw. S. Padre Pio, Imam

Sumber Gambar: https://shipleychristianstogether.org.uk/event/pray-for-shipley-may/ Terang bagi Sesama oleh: Fr. Benediktus Tri Widiatmaka   Hari ini Gereja memperingati Padre Pio. Hidup dan karyanya menjadi teladan baik yang mesti kita maknai...

Renungan Sabda: Luk 10 : 13-16 (Jumat Pekan XXVI-B)

"Mendengarkan atau Menolak?" Doa Pembuka Allah yang mahakasih, kami bersyukur atas segala anugerah yang Engkau limpahkan kepada kami. Bimbinglah, agar kami senantiasa mendengarkan sapaan-sapaan-Mu lewat...

Renungan Sabda: Lukas 15:1-10 (Singkat) | Minggu, 15 September 2019 | Hari Minggu Biasa XXIV

  Yesus Kristus Penyelamat yang Hilang Fr. Agustinus Erfan Sanjaya Simamora   Yesus Kristus duduk dan makan bersama orang-orang berdosa merupakan tindakan cinta kasih-Nya kepada setiap manusia....

Renungan Sabda: Luk 12:13-21 (Senin Pekan XXIX-B)

Tidak pada KetamakanDoa pembuka         Allah yang Maha pengasih, kami bersyukur atas segala rahmat yang boleh kami terima dari kemurahan-Mu. Kami mohon...