1000 Hari Alm. Mgr. Johannes Maria Pujasumarta, Pr

      Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta merayakan peringatan Seribu Hari (Nyewu) meninggalnya Mgr. Johannes Maria Pujasumarta pada hari Rabu, 22 Agustus 2018. Perayaan Ekaristi yang berlangsung pada pukul 10.00 WIB di Kapel St. Paulus Seminari Tinggi tersebut dipimpin oleh Vikaris Jenderal KAS, Rm. Yohanes Rasul Edy Purwanto, Pr sebagai selebran utama didampingi Uskup Emeritus, Mgr. Blasius Pujaraharja dan lima belas imam sebagai konselebran.

      Dalam homili, Rm. Edy mengenang bahwa Almarhum Mgr. Pujasumarta adalah pribadi yang dinamis, kreatif, dan seorang pembelajar yang sejati. Rama yang pernah berkarya di KWI selama dua belas tahun tersebut juga menambahkan bahwa Mgr. Puja adalah sosok pribadi yang rendah hati dan mau mendengarkan, bahkan sebuah kritik yang pedas sekalipun. Karenanya, Vikjen KAS sejak tahun 2018 tersebut menghimbau supaya seluruh imam dan umat dapat meneladan keutamaan-keutamaan baik yang telah diwariskan oleh Alm. Mgr Puja.

      Usai Perayaan Ekaristi, ada acara pelepasan burung merpati dan tabur bunga oleh para imam, biarawan/ti, serta umat yang hadir di kompleks pemakaman Seminari Tinggi St. Paulus. Upacara pelepasan burung dan tabur bunga dipimpin oleh Rm. Emannuel Martasudjita, Pr. Beliau menyampaikan bahwa burung merpati melambangkan perdamaian. Karenanya, semoga Alm. Mgr. Puja merasakan kedamaian abadi bersama Bapa di surga, serta semoga tumbuh perdamaian juga di dalam masyarakat. Setelah acara tersebut, para imam, biarawan/ti, serta seluruh umat yang hadir mengikuti acara ramah tamah di Pendopo Willekens Seminari Tinggi.

 

       Sedikit mengenang Mgr. Johannes Maria Trilaksantya Pujasumarta. Beliau lahir di Surakarta, 27 Desember 1949, menerima rahmat Sakramen Tahbisan Imamat sebagai imam Diosesan KAS pada tanggal 25 Januari 1977 di Kentungan, Yogyakarta. Beliau pun menjadi sosok yang bersejarah bagi Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan karena beliau pernah menjadi Rektor pada tahun 1997-1998. Pada 17 Mei 2008, beliau ditunjuk sebagai uskup Keuskupan Bandung oleh Paus Benediktus XVI dan pada 16 Juli setelahnya beliau ditahbiskan sebagai Uskup Bandung. Namun, baru dua setengah tahun di Keuskupan Bandung, beliau dilantik sebagai Uskup Agung Semarang, tepatnya pada 7 Januari 2011. Beliau wafat pada 10 November 2015 pukul 23.35 WIB di RS. St. Elisabeth Semarang. (Fr. Patrik Diego, KAS, Tingkat I)

Berita sebelumyaLomba Kerakyatan 17-an
Berita berikutnyaSalus Edisi 64 Tahun 2015

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 9 : 46-50 (Senin Pekan XXVI-B)

"Menjadi Seperti Anak Kecil" (Pesta Santa Theresia Kanak-kanak Yesus)   Doa Pembuka Bapa yang penuh kasih, terimakasih atas segala berkat-Mu yang boleh kami terima hingga sampai saat ini,...

I Believe The Dream

Fire grows every bones. Butterfly in my hand, firework in my brain, Hold me, night. Tell me the way to catch the dream, I believe the dream.  Every lips...

Renungan Sabda: Lukas 6:1-5 | Sabtu, 7 September 2019 – Hari Biasa Pekan XXII

Sumber: jawaban.com “Sabat: Waktu Tuhan” oleh Fr. Yosafat Elly Dhita Karunia Lapar merupakan peristiwa hidup sehari-hari kita sebagai manusia. Untuk memuaskan rasa lapar dan mendapatkan energy...

Renungan Sabda: LUKAS: 13: 22-30 (Rabu Pekan XXX–B)

DALAM ALLAH, HADIR KESELAMATAN DOA PEMBUKA         Allah yang Mahakuasa, Engkaulah sumber dan jalan keselamatan umat beriman. Kami mohon kepada-Mu, hantarlah kami ini...

Renungan Sabda: Lukas 16:10-13 | Minggu, 22 September 2019 | Hari Minggu Biasa XXV

Sumber Gambar: http://www.gbipasko.com/pages/wp-content/uploads/2015/08/Untitled-11.jpg Hidup untuk Memilih atau Memilih untuk Hidup oleh: Fr. Gerardus Rahmat SubektiHidup menjadi sebuah pilihan. Setiap hari kita dihadapkan dengan banyak pilihan. Mau makan...