Merdeka Sejak Dalam Denyut Nadi

0
236

Merdeka! Pagi itu (17/8/18) setelah Ibadat Pagi di Kapel Paulus, warga komunitas Seminari Tinggi Kentungan mengadakan upacara bendera untuk memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73. Upacara bendera ini terbilang unik.

     Pertama, tidak seperti upacara bendera tahun-tahun sebelumnya. Upacara kali ini dilaksanakan di halaman halaman gedung pasca sarjana Fakultas Teologi Wedhabakti. Kedua, Paduan suara pada upacara kali ini dibawakan oleh para frater tingkat III. Ketiga, Seminari Tinggi kedatangan kelompok marching band ‘Suara Garuda’ yang diasuh oleh PT. Gulaku dari Lampung. Performance ‘display’ yang dibawakan oleh ‘suara Garuda’ sungguh memukau semua warga seminari tinggi. “Baru Kali ini, seminari kedatangan tamu istimewa dan mendapat suguhan luar biasa!” sharing Fr. Kartono (frater Tk. IV).

     Dalam amanat Pembina upacara, Romo Djoko menyampaikan bahwa, kemerdekaan adalah panggilan tertinggi dalam hidup manusia. Kemerdekaan berarti terbebas dari segala bentuk penindasan dan halangan. Sesuai dengan ‘bahasa’ RIKAS (Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang), kemerdekaan adalah upaya untuk membangun peradaban kasih di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural.

     Romo Djoko mengajak untuk bertindak secara merdeka dan sadar yang diawali dari dalam diri masing-masing. Dengan kata lain, terlebih dahulu merdeka dari segala nafsu-nafsu liar dan arogansi agar mampu memilih apa yang baik dengan merdeka. Maka, dengan semangat kemerdekaan itulah dapat berperilaku dan memperjuangkannya secara manusiawi serta mampu memanusiakan sesama manusia. Motto dari Mgr.Alb. Soegijapranata, SJ, yakni “100% Indonesia, 100% Katolik” menjadi panggilan generasi penerus bangsa untuk memberi arti kemerdekaan dalam keluarga, masyarakat dan komunitas dalam semangat kebhinekaan. #ARe

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini