Izinkan Aku Mengenakan Sepatumu

Keluh diseduh.
Sesekali disentuh oleh tutur yang teduh,
Daripadamu senyum itu terlahir karena luluh.
Ditiupkannya ragu agar ia pergi, matilah sendu yang keruh.
Ditahan langkah ini siang dan malam hari,
Menidurkan telingaku pada tempat tidur yang membutuhkan mimpi.
Tempat meletakkan kepala. Tempat yang memperbolehkanmu menelan harap,
Persimpangan antara dunia dan janjinya pada setiap karsa.
Liang itu akan kututupi.
Karam pada setiap luka itu kuyakini akan menepi.
Mata rantai pada kelopak matamu berangsur mati,
Mawar dan melati akan bersukma memperbaiki.
Izinkan aku mengenakan sepatumu,
Yang hitam takkan menjadi biru,
Tanganku disini, kakiku disini, jantungku disini,
Meniadakan diriku sendiri tak mungkin,
Memasukinya kugunakan kata permisi.
 Alfa Amorrista (29 Desember 2017)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Lukas 13: 22-30 | Minggu, 25 Agustus 2019 – Hari Minggu Biasa XXI (Versi pendek)

Tujuan hidup adalah Keselamatan: Pertanyaan tentang “sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”, bisa jadi menjadi pertanyaan kita. Seandainya tidak mengalami keselamatan, apa yang kita dapat?...

Renungan Sabda: Mrk. 5:1-20 (Senin, 4 Februari 2019 Pekan Biasa IV)

"YANG TERUTAMA ADALAH KEMULIAAN ALLAH"Doa Pembuka Allah Bapa, Sumber Kedamaian, berkenanlah menunjukkan jalan. Tuntunlah kami dengan tanganMu. Berikanlah SabdaMu sebagai pedoman, sebab kami berniat mencari...

Renungan Sabda: Markus 8:14-21 (Selasa Biasa Pekan VI)

“Sadar akan situasi”     Doa Pembuka      Allah Bapa Sumber segala Kekuatan, Engkau telah menyelamatkan kami dengan kekuatan-Mu yang tak terhingga. Kuatkanlah dan bantulah kami yang...

Renungan Sabda: Matius 15:29-37 | Rabu, 4 Desember 2019 | Hari Biasa Pekan Adven I

Sumber Gambar: https://medium.com/bukantologi/dariku-perempuan-yang-setia-menunggu-8c2e04a73b5 Mari Ber-peka Oleh: Fr. Benedictus Aditya Relliantoko“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan ….”Ketika saya masuk ke ruang makan, ada dua orang teman yang sibuk mengepel...

Renungan Sabda: Luk 4: 31-37 (Selasa Pekan XXII-B)

Doa Pembuka Ya Allah,  Engkau memperhatikan aku dengan penuh keramahan. Engkau melihat taman hatiku yang subur, dan Engkau menabur sabda-Mu dengan harapan menghasilkan buah melimpah....