Renungan Sabda: Luk 4: 31-37 (Selasa Pekan XXII-B)

Doa Pembuka

Ya Allah,  Engkau memperhatikan aku dengan penuh keramahan. Engkau melihat taman hatiku yang subur, dan Engkau menabur sabda-Mu dengan harapan menghasilkan buah melimpah. Aku berharap mampu menanggapinya dengan iman dan membiarkan Engkau memimpin-ku samapai pada kepenuhan panggilan sebagai seorang murid. Ya Allah, semoga Engkau menumbuhkan semangat persahabatan-Mu merasuki-ku sedemikian rupa sehingga aku mampu mengikis dosa-dosaku.

Renungan

        Kapernaum adalah tempat yang istimewa bagi Yesus. Ia bahkan mempunyai rencana besar atas kota ini; kota yang cukup besar, kota pelabuhan -pintu masuk ke laut, dan terbuka bagi para pelancong. Kota ini sangat ideal menjadi pusat kegiatan. Ia tinggal di sini. Ia bahkan melakukan sebagian besar karya publiknya di tempat ini. Bahkan mujijat-nujijat banyak terjadi di Kapernaum. Situasi di kota  ini berbeda dengan situasi di Nasareth. Hari ini, Tuhan Yesus meminta kita untuk menemukan “Kapernaum” kita: tempat mencari peluang atau celah,  dan dengan menggunakan talenta yang kita punyai mewartakan khabar suka cita kepada orang lain. Kita diajak menemukan “Kapernaum” kita agar kita dapat menjadi murid yang efektif bagi-Nya. Kerinduan dan cinta kita yang besar pada Yesus menjadi kunci pencarian “Kapernaum” kita. Kapernaum adalah tempat dimana Tuhan Yesus dan kita semua merasa “at home” untuk hadir, mengajar dan menyembuhkan.
        Pada hari Sabath, di Kapernaum, Yesus menyembuhkan seorang laki-laki yang kerasukan. Tak seorang pun mengamat-amati perbuatan Yesus. Suatu pemandangan yang sangat berbeda dengan Yerusalem. Orang-orang di Kapernaum mempunyai iman yang sederhana. Mereka bukan kelompok legalis dan ritualis. Sepertinya Tuhan ingin berkata: “Di tempat ini, Aku bisa berkotbah. Lihat di sini Aku menyembuhkan dan bekerja:”. Ia merasa diterima dan “at home”. Di tempat ini Ia memanggil sebagian para murid-Nya: Petrus, Andreas, Jakobus, Yohanes, Matheus. Di tempat ini Ia menjumpai iman bahkan dari orang yang tidak mengenal Allah, misalnya komandan pasukan Roma. Kita dapat merasakan “rasa sukacita” Yesus terhadap kota ini. Walaupun demikian, kita tetap diingatkan bahwa dari orang-orang yang telah diberi lebih, dari mereka juga diharapkan sesuatu yang lebih.
        Ketika orang menanggapi sapaan Yesus dengan murah hati, Ia akan melimpahkan kepenuhan panggilan padanya. Ia banyak membuat mujijat di kota itu. Ia juga menuntut iman dan pertobatan yang lebih bagi Kapernaum, seperti Ia meminta sesuatu yang lebih dari pemuda yang kaya. Di tempat ini pulalah Ia menyampaikan pengajaran dan mewahyukan diri sebagai Roti Hidup. Suatu ajaran yang tidak mudah untuk dicerna dan diterima. Bahkan ketika banyak murid-Nya meninggalkannya, Ia memberi tantangan kepada keduabelas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Reruntuhan dan puing Kapernaum sekarang ini menjadi bukti kebenaran peringatan Yesus: “Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Karena jika di Sodom terjadi mujijat-mujijat di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu.” (Lih. Mat 11: 23-24). Di kota dimana Yesus banyak membuat mujijat ini, Ia sekaligus memberikan tuntutan pertobatan yang lebih.  Tanggung-jawab  Kapernaum jauh lebih besar daripada Sodom.  Kita juga mempunyai tanggungjab yang lebih.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkau mengenal aku, dan Engkau mengetahui segala sesuatu tentang diriku. Semoga aku tidak menjadi pribadi yang arogan baik dalam berpendapat maupun ber-ide. Bantulah aku untuk selalu menjaga tujuan hidupku. Tuntunlah aku untuk menggunakan talenta yang aku punyai untuk menolong sesama. Amin.
(MoDjokS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Renungan Sabda: Matius 6:1-6,16-18 (Rabu Abu)

Tahu dan Mesin Ketik       Pernahkah anda makan tahu? Saya yakin kita semua pernah makan tahu dengan berbagai macam varian, entah bacem, semur, goreng...

Renungan Sabda: Lukas 7:1-10 | Senin, 16 September 2019 | Pw S. Kornelius, Paus dan Martir, dan S. Siprianus, Uskup dan Martir

  https://www.joshuanhook.com/humility-foundational-attitude   Keistimewaan orang rendah hatiFr. Frantiko Tamba“Tuhan Janganlah bersusah-susah sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku”Bayangkan secara spontan seorang perwira! Ketika mendengar kata...

Renungan Sabda: Yoh 3:13-17 | Sabtu, 14 September 2019 | Pesta Salib Suci

  Di Salib Ia Ditinggikan Dominikus Bagaskara     Beberapa waktu yang lalu, ‘jagat maya’ sempat dihebohkan oleh video ceramah mengenai salib. Isi video itu bagi saya...

Renungan Sabda: Markus 10:17-27 (Minggu Biasa Pekan XXVIII-B)

"Berbagi sebagai Kekayaan Rohani" Doa Pembuka         Bapa yang mahakasih, Engkau memberikan anugerah kehidupan bagi kami semua. Burung di udara dengan sayap-sayap yang indah, ikan di...

Renungan Sabda: Lukas 6:27-38 (Minggu Biasa VII)

Saling mengampuni dan saling mengasihiDoa Pembuka    Allah Bapa yang Maha Pengasih, Engkau telah menghendaki kepada kami untuk bertindak saling mengasihi. Teguhkanlah iman kami Tuhan,...