Renungan Sabda: Luk 4 : 38-41 (Rabu Pekan XXII-B)

Doa Pembuka

Ya Allah,  aku bersyukur karena Engkau berkenan masuk dalam rumahku. Aku merasa terhormat karena Engkau singgah ke tempatku. Sungguh luar biasa cara-Mu memperhatikan aku secara pribadi lebih-lebih pada saat aku sakit dan membutuhkan rahmat-Mu. Ya Allah sembuhkanlah penyakitku khususnya penyakit rohaniku agar aku mampu melayani-Mu di dalam sesama
 

Renungan

        Kisah penyembuhan Yesus hari berbeda dengan kisah penyembuhan sebelumnya: tidak ada kata-kata special yang keluar dari mulut Yesus, tidak ada ucapan terimakasih, tidak ada reaksi dari orang-orang yang melihatnya (NB: Hanya setan yang berteriak: Engkau adalah Anak Allah). Seolah-olah Yesus dengan diam-diam dan dengan cara yang teratur masuk ke rumah dan menolong seorang perempuan yang sedang sakit dan membantunya untuk bangun. Mungkin kita tidak biasa dengan mujijat yang biasa macam ini. Kita yang sering berharap akan adanya mujijat di dalam hidup kita, mungkin justru melewatkan peenyembuhan yang biasa dan terjadi secara diam-diam yang diberikan Kristus pada kita. Dalam hidup rohani, bisa jadi pengakuan dosa, ekaristi, bimbingan rohani atau penelitian batin merupakan sarana Kristus menyembuhkan kita. Dalam hidup fisik, kesehatan yang baik terjadi melalui makan, tidur dan olahraga yang baik dan teratur. Kita tidak membutuhkan cara penyembuhan yang spesial. Lebih tepatnya, kita termotivasi bahwa Kristus mengarahkan pandangan-Nya pada kita.
        Jika kita memperhatikan Injil hari, kita bisa menyimpulkan bahwa peristiwa mujijat penyembuhan itu terjadi dengan cepat. Kristus dengan segera menolong ibu mertua Petrus. Si Ibu mertua Petrus pun nampak bekerjasama dengan Yesus, tanpa sikap ragu, atau protes. Ia percaya pada Kristus. Dan rahmat-Nya pun mengalir secara efektif. Akhirnya terjadilah penyembuhan yang menyeluruh dan seketika. Ia mampu bangkit dan berdiri untuk melayani Yesus. Ia pun memberi kesehatan pada kita dan mengijinkan kita untuk berdiri dengan kaki kita serta meneruskan tugas-tugas kita.
        Kita bisa menjadi pemohon yang baik untuk kesembuhan, namun seringkali kita bergumul saat setelah sembuh Tuhan menagih kita untuk melayani sesama. Segera setelah mengalami kesembuhan, Ibu mertua Petrus dengan segera melayani Kristus. Ia segera melupakan dirinya sendiri, melupakan problem sakit yang membuatnya terbaring dan fokus pada kebutuhan orang lain.  Demikian juga, Kristus membangkitkan setiap orang Kristen dari kematian dosa dan memanggilnya untuk melayani. Orang kristen adalah pribadi yang bangkit dan melayani.

Doa Penutup

Allah yang mahabaik, setiap orang mencari Engkau. Engkau membuat aku tegak berdiri dan memintaku untuk meneladan hidup pelayanan-Mu. Bantulah aku menjadi pribadi yang murah hati. Dan jadikan aku tertarik pada kerajaan-Mu di atas rencanaku.
(MoDjokS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Lukas 7:11-17 | Selasa, 17 September 2019 | Hari Biasa

 Sumber Gambar: Dokumen Pribadi Kasih Kerahiman Allah oleh: Fr. Frech Sinaga“Dan ketika Tuhan Yesus melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu ia berkata kepada-Nya:...

Renungan Sabda: Yoh 16:12-15 | Rabu, 20 Mei 2020 | Hari Biasa Pekan VI Paskah

  Bentuk Kekecewaan Fr. Fransiscus Xaverius Andika Marihot Siboro      Di masa kritis sekarang ini, banyak di antara kita yang merasa jenuh, bosan, kesal, dan...

Renungan Sabda: Lukas 5:33-39 | Jumat, 6 September 2019 – Hari Biasa, Pekan XXII

Sumber gambar ilustrasi: ftbconline.org HIDUP BERSAMA oleh Fr. Yohanes Dwi Andri Ristanto Communio Persekutuan atau communio adalah kesatuan dan persatuan lahir batin. Pertama-tama kesatuan lahir batin...

Renungan Sabda: Luk. 7:36-50 (Kamis Pekan XXIV-B)

“Melawan Stigma” Doa Pembuka Allah Bapa Yang Maharahim, bukalah hati kami untuk mampu mencintai orang-orang di sekitarku. Ajarilah aku untuk memberi hati dan menyapa mereka yang...

Renungan Sabda| Jumat, 2 Mei 2020| PW St. Athanasius

Teguh dalam Iman Fr. Saptono       Saudara-saudari yang terkasih, berkah Dalem. Dalam permenungan kali ini, saya tertarik untuk merenungkan kata “menggoncangkan imanmu” (Yoh 6:...