Rengkuh

Raungnya kita kenal bersama.
Temu di suatu mega kala kita ingin bersama.
Permukaan menjadi awal mula cerita.
Palung adalah titik akhir kita.
Terlahir dalam satu terlalu baku.
Ada pola yang tidak akan selalu baru.
Rasa yang dahulu batu berubah biru.
Peluk dalam bayangku adalah rengkuh dalam senjaku.
Separuh tubuh kita mengalah.
Kita tak sama-sama kalah.
Sesekali waktu berulah,
Membiarkan kita lelah dan lengah.
Hingga sadar tak kenal desah.
18 Februari 2018,
Alfa Amorrista
Salam kenal, ya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 11: 15-26 | Jumat, 11 Oktober 2019 | Hari Minggu Biasa XXVII (H)

  Mau Bergabung Bersama Yesus? Fr. Felix Kris Alfian“….Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepamu.”     Hari ini kita mendengarkan...

Renungan Sabda: Matius 8:5-11 | Senin, 2 Desember 2019 | Hari Biasa Pekan Adven I

Sumber Gambar: https://www.christianity.com/wiki/christian-terms/what-does-humility-mean-in-the-bible-why-should-we-be-humble.htmlIman yang Mendalam Oleh: Fr. Benediktus Tri Widiatmaka Perjumpaan dengan seorang perwira dalam kisah ini membawa perspektif baru dalam beriman. Dari kisah perwira tadi, kita...

Ditinggalkan

D I T I N G G A L K A N ----------    rasa-rasanya semua ini seperti pertandingan yang mana jalur telah ditentukan dan orang-orang berlarian saat bel...

Renungan Sabda: Luk 11:27-28 (Sabtu Pekan XXVII-B)

"Definisi Bahagia" Doa Pembuka         Allah kami yang berbelas kasih, kasih-Mu senantiasa membimbing kami untuk merasakan kebahagiaan. ajarilah tiap hari kami untuk mengupayakan kebahagiaan bagi sesama...

Renungan Sabda: Yohanes 6:52-58. | Jumat, 1 Mei 2020. | Hari Biasa Pekan Paskah III

Tubuh dan Darah Kristus Fr. Marselinus Yudhi Nugroho  Manusia membutuhkan makanan sebagai kebutuhan jasmani dan rohani. Makanan manusia untuk memenuhi kebutuhan jasmani adalah 4 sehat...