Aku Membawakanmu Sebuah Rumah

Aku bukan hanya kepalaku. Dan bukan cuma telingaku.

Aku bukan kakiku, atau mataku atau rambutku atau hidungku.

Abaikan seluruh permukaan laut yang ada pada bola matamu.

Di rumah inilah, oasismu terbebas dari belenggu.

 

Saatnya membuka sebuah kartu.

 

 

Akankah lembah itu nampak pada liang-liang pikirmu?

Akankah akar-akar itu mau menjalar pada kesempatanmu?

Jangan lagi kau dapati pohon itu bertengger pada kepalaku.

Jangan lagi kau temui api yang bukan dari sang api.

 

 

21 Juni 2017,

Tertanda : A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: 1 Timotius 4:12-16 | Kamis, 19 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXIV

Gambar: Salah satu kelompok Forum Mahasiswa Katolik yang didampingi frater Seminari Tinggi. Dokumen Pribadi. Semangat Muda oleh: Fr. Gery PintokoMasa kiniku adalah masa lalu dan masa...

Renungan Sabda: Luk 6:39-42 | Jumat, 13 September 2019 | P.W. St. Yohanes Krisostomus

 Jangan Berpaling dari Dirimu Sendiri Fr. Agustinus Brian Kurniawan Suatu kali, pada saat saya sedang mengikuti perkuliahan di kampus, saya melihat dosen yang sedang sibuk mempersiapkan...

Renungan Luk 14:1.7-11 (Sabtu, 3 November 2018, Pekan Biasa XXX)

"Bekerja dan Menghasilkan Buah untuk Diri Sendiri, Orang Lain, dan Tuhan" Doa Pembuka Allah Bapa yang Mahakasih, kami mohon bukalah mata kami untuk melihat kebaikan-mu, bukalah...

Renungan Sabda: Lukas 7:1-10 | Senin, 16 September 2019 | Pw S. Kornelius, Paus dan Martir, dan S. Siprianus, Uskup dan Martir

  https://www.joshuanhook.com/humility-foundational-attitude   Keistimewaan orang rendah hatiFr. Frantiko Tamba“Tuhan Janganlah bersusah-susah sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku”Bayangkan secara spontan seorang perwira! Ketika mendengar kata...