Renungan Sabda: Matius 9:9-13 (Jumat Pekan XXIV-B)

Belajar Menilai secara Positif

(Pesta St. Matius, Rasul dan Pengarang Injil)

Doa Pembuka

Allah Bapa yang penuh kasih, bukalah mata hati kami agar kami mampu melihat hal positif dalam diri orang lain. Jadikanlah kami sebagai pribadi-pribadi yang tidak hanya berfokus pada hal negatif pada diri sesama kami. Kami juga mohon berkatMu bagi mereka yang kerap kali kami nilai negatif, agar dalam proses hidup mereka juga senantiasa mengandalkan dan semakin dekat denganMu. Demi Kristus, Tuhan, dan Juru Selamat kami. Amin

 

Renungan

        Kita mungkin punya kecenderungan untuk mengkritisi dan mempertanyakan apa yang dibuat oleh orang lain. Kecenderungan itu bisa berkadar kecil, atau juga bisa berkadar besar yang akan berpengaruh pada cara kita memandang dan bersikap atas orang lain. Kebiasaan untuk memberikan penilaian negatif itu akan membuat kita mudah untuk menghakimi apapun yag kita lihat. Kita menjadi sulit untuk memberikan apresiasi atas apa yang dibuat oleh orang lain, karena kita terlalu berfokus pada hal negatif yang ada.

 

         Hari ini Yesus mengajak saya dan kita semua untuk mau menjadi pribadi yan tidak mudah menilai negatif orang lain. Tanggapan orang banyak yang menilai Yesus negatif membuat mereka tertutup pada nilai positif yang sebenarnya lebih besar dan berharga. Penilaian negatif tentang pilihan Yesus yang makan di Rumah Matius si Pemungut Cukai membuat mata hati banyak orang tidak bisa menangkap belas kasih yang Yesus berikan. Bukannya memberikan apresiasi dan meneladan sikap Yesus, orang banyak justru lebih senang menganggap Yesus sebagai pribadi yang tidak normal karena makan dengan orang-orang yang secara sosial dijauhi.

 

     Penilaian negatif kita terhadap orang lain mungkin juga bisa menjadi beban bagi pribadi yang bersangkutan untuk berkembang dan berbenah menjadi pribadi yang lebih baik. Penilaian yang sudah terlanjut negatif bisa jadi malahan membuat ia enggan untuk berubah karean toh tidak akan merubah penialian umum atas dirinya.

 

 

Doa Penutup

Allah bapa yang penuh kasih, Engaku memberikan kami kemampuan untuk berfikir dan menilai atas apa yang kami temukan dalam kehiduapn kami. Kami Mohon mampukan kami untuk dapat berfikir secara lebih positif terhadap orang lain agar kehadiran kami sungguh-sungguh dapat menjadi berkat dan bukan sebaliknya: justru menjadi batu sandungan bagi perkembangan sesama kami. Semua ini kami mohon dengan perantaraan Kristus Tuhan Kami. Amin
(Fr. Juhas Irawan, Tingkat VI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 11: 15-26 | Jumat, 11 Oktober 2019 | Hari Minggu Biasa XXVII (H)

  Mau Bergabung Bersama Yesus? Fr. Felix Kris Alfian“….Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepamu.”     Hari ini kita mendengarkan...

Instruksi Perfek Disiplin: Spiritualitas Kemuridan Dalam Formatio

          Minggu tanggal 30 September 2018 lalu, para frater Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan mengikuti instruksi dari Perfek Disiplin. Acara...

Renungan Sabda: Luk 11:37-41 (Selasa Pekan XXVIII-B)

"Teguran Kasih" Doa Pembuka Allah Sumber Iman Sejati, kami mohon kepada-Mu, tuntunlah kami selalu pada iman yang benar yakni pada Kristus Putera-Mu. Sehingga kami pun dapat...

Renungan Sabda: Lukas 21:29-33. | Jumat, 29 November 2019. | Hari Biasa Pekan XXXIV

 Sumber Gambar: https://www.etsy.com/sg-en/listing/667565886/give-yourself-time-2-x-35-refrigerator Sabda-Ku takkan Berlalu Oleh: Fr. Marselinus Yudhi NugrohoKehidupan selalu menjadi sebuah misteri bagi setiap makhluk hidup khususnya manusia yang memiliki akal budi dan mempertanyakannya....

Renungan Sabda: Lukas 6:1-5 | Sabtu, 7 September 2019 – Hari Biasa Pekan XXII

Sumber: jawaban.com “Sabat: Waktu Tuhan” oleh Fr. Yosafat Elly Dhita Karunia Lapar merupakan peristiwa hidup sehari-hari kita sebagai manusia. Untuk memuaskan rasa lapar dan mendapatkan energy...