Renungan Sabda: Matius 8:16-18 (Senin Pekan XXV-B)

“Shine On…”

Doa Pembuka

Bapa yang penuh belaskasih, kami bersyukur atas kasih-Mu yang selalu memberi kami hidup setiap harinya. Namun kami juga mohon ampun karena kadangkala kami tidak mampu meneruskan kasih dan terang yang telah kami terima dari-Mu kepada sesama kami. Semoga kasih-Mu lebih besar dari segala kekurangan kami dan nama-Mu dapat tetap kami muliakan dalam tugas dan perutusan kami hari ini. Amin.

 

 

Renungan

        Waktu saya masih kecil, ada satu pengalaman menarik yang masih saya ingat sampai sekarang. Dulu di rumah saya seringkali terjadi mati lampu. Biasanya, mati lampu ini terjadi pada sore hingga malam hari. Dan, saat mati lampu itu terjadi, Bapak selalu sigap mencari lilin-lilin untuk dinyalakan dan meletakkannya di sudut-sudut rumah yang membutuhkan penerangan. Saya, yang waktu itu masih kecil dan takut dengan kegelapan, menjadi berani oleh karena nyala lilin-lilin itu, yang sekalipun kecil, namun mampu membuat rumah sedikit terang. Bahkan, tak jarang, cahaya lilin itu justru dimanfaatkan oleh ibu saya untuk menghibur saya dan adik saya dengan permainan membuat bayangan. Maka, kadang saya justru merindukan saat-saat mati lampu, karena bisa bermain bayangan dengan adik dan ibu saya. Terang nyala lilin telah merubah ketakutan dan kegelapan menjadi keberanian dan sukacita.

 

        Lilin-lilin itulah jati diri orang Kristiani di tengah dunia. Seperti yang dikatakan dalam Injil, terang kita dibutuhkan bagi dunia yang masih sarat dengan kegelapan, maka kita diminta untuk tampil, tidak hanya bersembunyi di balik zona nyaman kita. Ada pepatah yang berbunyi, “Keburukan tidak disebabkan oleh karena banyak orang buruk di dunia, namun justru karena orang-orang baik tidak berani berbicara”. Maka, seperti lilin-lilin yang dinyalakan saat mati lampu, atau pelita yang dinyalakan sebagai penerang, kita harus bisa menjadi terang bagi dunia di sekitar kita. Di tengah dunia yang penuh dengan kebencian, kita menjadi pembawa kerukunan. Di tengah dunia yang sarat dengan budaya konsumerisme dan budaya praktis, kita bisa menjadi teladan untuk bersikap hemat dan menghargai proses. Saat orang lain menerobos lampu merah kita berani untuk menghentikan laju kendaraan kita dan menunggu lampu hijau kembali menyala. Sesederhana itulah sebenarnya menjadi terang itu; yaitu bahwa kita bisa mengambil posisi yang berbeda untuk membuat perubahan. Tentu, sebagai lilin, kita tidak bisa menyala tanpa terang Kristus itu sendiri. Maka, pesan Injil hari ini jelas bagi kita: Shine on! Terangilah dunia dengan cahaya Kristus yang ada dalam diri kita.

 

 

Doa Penutup

Bapa yang Mahabaik, Engkau telah memanggil kami untuk menjadi lilin-lilin dan pelita bagi terang-Mu di tengah masyarakat. Doronglah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk terus memancarkan terang kasih-Mu kepada sesama kami sehingga Kerajaan-Mu terwujud di tengah dunia. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

 

(Fr. Rosario Daru Nelahi, Tingkat V)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Markus 7: 24-30 (Pw. S. Sirilus dan S. Metodius)

“Lord, even the dogs under the table eat the children’s scraps” Doa Pembuka Allah Bapa yang Mahakasih, kami mohon bukalah mata kami untuk melihat kebaikan-mu, bukalah...

Renungan Sabda: Luk 21:5-19 | Minggu, 17 November 2019 | Hari Minggu Biasa XXXIII

 sumber gambar: https://images.app.goo.gl/aw1ebcnhd6E11aTH6     Hari Tuhan   oleh: Fr. Bonifasius     Arti dan Cara Menyongsong Kedatangan Hari Tuhan   Bapak, Ibu, serta Saudara-i yang terkasih, hari ini kita mendengar istilah yang cukup akrab dengan...

Berita Duka: RIP. Romo Matheus Purwatmo, Pr

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan. Tuhan telah memanggil Imam-Nya: Rm. MATHEUS PURWATMA, Pr (Usia: 63 tahun)Hari      : Minggu, 26 Januari 2020...

Renungan Sabda: Matius 9:9-13 | Sabtu, 21 September 2019 | Pesta S. Matius, Rasul dan Penulis Injil

Sumber Gambar: https://www.istockphoto.com/photo/woman-opening-door-gm820556842-132605091 Keluar dari Kebiasaan oleh: Fr. SaptonoIbu, bapak dan saudara-saudari terkasih berkah Dalem? Hari ini kita merayakan pesta Santo Matius Rasul dan Penulis...

Salus Edisi 65: Coming Home