GEREJA

GEREJA

———-

 

Kala senja mengakhiri pengharapan,
Rembulan datang memberi kekuatan.
Kala bumi aktif sendiri,
Rembulan setia menyinari.

 

Bumi berputar tanpa disadari.
Begitu pula jantung tak akan berhenti.
Meski engkau seenak hati,
Dia tetap bekerja tanpa peduli.

 

Bulan selalu dinanti karena datang tanpa pasti.
Bumi terabaikan meski ia selalu memberi.
Di sana terdengar ratap tangisan.
Di sini penuh dengan kelimpahan.
Bulan tertutup kabut, angin disalahkan.
Bumi berkemelut,
Akankah ada kesadaran?

 

 

 

 

#HidupAdalahPilihan (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Persyaratan Masuk Seminari

Hai Guy's...buat kalian yang tertarik masuk seminari nih...Yuk! Yuk! Yuk! Segera daftar! Laki-laki tulen Sudah menerima sakramen babtis, komuni pertama, dan krisma Memiliki motivasi...

Renungan Sabda: Matius 5:1-12a (Kamis Pekan XXX-B)

"Teladan orang-orang Kudus" Doa Pembuka Allah Bapa yang mahapengasih, kami mengucap syukur atas orang-orang yang telah merelakan dirinya untuk mampu hidup kudus seturut kehendak-Mu. Ya Bapa,...

Renungan Sabda: Yohanes 10:22-30 | Selasa, 05 Mei 2020 | Hari Biasa Pekan IV Paskah

  Bebal vs Buka HatiYonas Bastian      Pernahkah kita merasa bebal dalam hidup ini? Atau kepada orang yang tidak mau percaya, ngeyel, sering kita...

Renungan Sabda: Markus 9:41-50 (Kamis Biasa Pekan VII)

Tanggung jawab akan perutusanDoa Pembuka     Ya Tuhan yang maha pengasih, kami bersyukur sebab dengan kasih Mu kami selalu berada dalam jalan kebenaran dan...

Renungan Sabda: Kol 3:1-11; Luk 6:20-26 | Rabu, 11 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXIII

  Kebahagiaan Kita adalah Iman akan Allah yang Penuh Kasih oleh: Fr. Benedictus Adiatma Murti WibowoTujuan hidup manusia yang paling utama ialah mencapai atau merasakan kebahagiaan....