Cerdas-Cermat BKSN ala Frater

 

        Jika kita diminta untuk mengikuti lomba Cerdas-Cermat, barangkali kita merasa perlu menyiapkannya secara serius dan tidak dapat dadakan karena dibutuhkan pengetahuan yang luas akan materi yang dilombakan. Apalagi jika Cerdas-Cermat itu mengenai Kitab Suci, kita merasa tidak menguasai. Namun ternyata Cerdas-Cermat yang diselenggarakan oleh para frater dan bagi para frater Seminari Tinggi (ST) St. Paulus Kentungan tidaklah seseram itu. Pada hari Minggu, 2 September 2018, setelah makan malam, para frater yang didukung dengan kedatangan seluruh staf seminari menyelenggarakan lomba cerdas cermat di pendopo Willekens. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) tahun 2018 bagi warga komunitas Seminari Tinggi.

 

 

  Regu Cerdas-Cermat ada enam, yaitu semua angkatan di seminari. Awalnya para frater tingkat satu yang baru sedikit memperoleh kuliah tentang Kitab Suci barangkali merasa minder terhadap kakak kelas tingkat atas yang telah jauh lebih lama memperoleh pelajaran Kitab Suci. Namun atas kelihaian panitia, perlombaan dapat dipoles sehingga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan belum tentu dapat dijawab oleh para frater tingkat atas karena memang lebih butuh ke-cermat-an dari pada ke-cerdas-an. Misalnya muncul pertanyaan, berapa jumlah pengampunan yang diminta oleh Yesus ketika ada saudara kita yang bersalah kepada kita berdasarkan Injil Matius 18:21-22? Ada regu yang menjawab “tujuh puluh kali tujuh kali” atau “tujuh puluh kali tujuh kali tujuh kali”. Dua-duanya salah dan tidak ada yang tepat menjawabnya. Ternyata jawaban yang diharapkan adalah 490 kali (yaitu 70 x 7). Atas penjelasan juri yang sekaligus dibawakan oleh MC tersebut, para staf pun tertawa bersama seluruh hadirin.

 

 

Tingkat VI jadi pemenang Lomba CCA ala Seminari (Doc. Tim HD)

 

       Alhasil, lomba Cerdas-Cermat yang akhirnya dimenangkan oleh tingkat VI, diikuti tingkat III dan tingkat I itu merupakan hiburan bagi komunitas seminari. Bersentuhan akrab dengan Kitab Suci secara menarik ternyata tidak butuh ide yang terlalu idealis dan bahkan dapat dikemas dalam bentuk yang santai, lucu serta menyentuh semua orang dengan tingkat pengenalannya masing-masing terhadap Kitab Suci.

 

(Fr. Agustinus Dwi Prasetyo, Tingkat I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 17:11-19 | Minggu, 13 Oktober 2019 | Hari Minggu Biasa XXVII

http://www.lovethispic.com/uploaded_images/55065-Broken-Friendship.jpg Kanca Tipis Fr. Andri Ristanto“Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah?”     Judul renungan ini sering kali kita dengar terkhusus bagi anak-anak...

Renungan Sabda: Matius 6:1-6,16-18 (Rabu Abu)

Tahu dan Mesin Ketik       Pernahkah anda makan tahu? Saya yakin kita semua pernah makan tahu dengan berbagai macam varian, entah bacem, semur, goreng...

Renungan Sabda: Yoh 3:13-17 (Pesta Salib Suci – Jumat XXIII-B)

“Mensyukuri Pengalaman Diselamatkan”   Doa Pembuka Allah Bapa yang Maharahim, Putera-Mu Yesus telah memberi teladan hidup yang nyata dengan rela menjadi manusia hingga menderita dan wafat di...

Renungan Sabda: Lukas 13: 22-30 | Minggu, 25 Agustus 2019 – Hari Minggu Biasa XXI (Versi pendek)

Tujuan hidup adalah Keselamatan: Pertanyaan tentang “sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”, bisa jadi menjadi pertanyaan kita. Seandainya tidak mengalami keselamatan, apa yang kita dapat?...

Renungan Sabda: Matius 5: 38-42 (Senin Biasa Pekan X)

 "Pilihan sikap hidup: Reformasi atau rasionalisasi"   Hari ini Yesus bersabda: “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata...