Renungan Sabda: Luk 9 : 46-50 (Senin Pekan XXVI-B)

“Menjadi Seperti Anak Kecil”

(Pesta Santa Theresia Kanak-kanak Yesus)

 

Doa Pembuka

Bapa yang penuh kasih, terimakasih atas segala berkat-Mu yang boleh kami terima hingga sampai saat ini, terlebih atas hari baru yang Engkau anugrahkan kepada kami. Kami mohon bimbingan-Mu, sertailah kami sepanjang hari ini, semoga apa yang kami lakukan senantiasa sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.

 

 

Renungan

       Injil hari ini berkisah tentang para murid yang bertanya “siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga”. Yesus menanggapinya dengan menempatkan seorang anak kecil dan mengajak untuk menjadi sama seperti anak kecil yang rendah hati. Sekedar berbagi, pada tingkat II saya diberi kesempatan berpastoral mengajar di SDK Kalasan. Di sana, saya mengajar kelas 2A dan 2B. Awalnya, saya malah kerepotan sendiri karena sewaktu mengajar selalu saja ada anak yang menangis, berkelahi, tanya-tanya terus, rame, dan lain sebagainya. Ketika saya mulai mengurus anak yang rewel, ada anak lain yang juga ikutan rewel dengan perkara-perkara spele, seperti; pensilnya patah, penghapusnya hilang, air minum tumpah, dll. Rasanya susah sekali bisa membuat anak-anak diam dan bisa menangkap materi yang saya berikan.

 

       Pengalaman boleh berhadapan dengan anak-anak ini menyadarkan saya bahwa anak kecil itu praktis belum bisa mengurusi dirinya sendiri, oleh karenanya ia selalu membutuhkan bantuan orang lain entah orangtua, guru, maupun siapapun di sekitar mereka. Ciri ketergantungan ini saya rasa adalah bentuk dari kerendahan hati yang dimaksudkan Tuhan. Dalam kerendahan hati terdapat hidup yang apa adanya tanpa kepura-puraan. Lantas, untuk memasuki Kerajaan Surga dapat dimulai dengan hidup yang jujur, apa adanya, dan memiliki ketergantungan akan karya Allah dalam setiap pergumulan hidup. Hari ini pula pesta St. Teresia dari kanak-kanak Yesus, melalui teladan hidupnya, kita dapat belajar bagaimana menjadi pribadi yang menyerahkan diri secara total dan gembira kepada Tuhan.

 

 

Doa Penutup

Tuhan, terimakasih atas sabda-Mu yang boleh kami renungkan. Engkau mengajak kami belajar dari figur seorang anak kecil. Semoga hari ini kami semakin Kau mampukan menjadi rendah hati sama seperti anak kecil. Amin.

 

 

(Fr. Albertus Lilik, Tingkat IV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Lukas 6:27-38 (Minggu Biasa VII)

Saling mengampuni dan saling mengasihiDoa Pembuka    Allah Bapa yang Maha Pengasih, Engkau telah menghendaki kepada kami untuk bertindak saling mengasihi. Teguhkanlah iman kami Tuhan,...

Renungan Sabda: Lukas 9:18-22 | Jumat, 27 September 2019 | Pw. S. Vinsensius a Paulo, Imam

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi  Siapakah Aku Ini? oleh: Fr. R.D. Putra Setiawan Hari ini Gereja memperingati peringatan wajib Santo Vinsensius a Paulo seorang imam dan pelayanan pastoralnya...

Renungan Sabda: Luk 8 : 4-15 (Sabtu Pekan XXIV-B)

Kebebasan Dalam Memilih   Doa Pembuka Allah Bapa yang Mahabaik, Kasih-Mu tanpa batas-batasnya mengalir dalam hati kami dan membawa kesegaran serta kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Kasih...

Renungan Sabda: Markus 9:2-13 (Pw. S. Polikarpus)

Keadilan bagi sesama  Doa Pembuka    Allah Bapa Maharahim, terpujilah kemurahan hati-Mu. Semoga melalui belas kasih-Mu yang Engkau berikan kepada kami, kami dapat terus setia dan...

Renungan Sabda: Luk 1:1.26-38 | Jumat, 20 Desember 2019 | Hari Minggu Adven III

Sumber Gambar: http://www.sesawi.net/pelita-hati-24-03-2018-sukacita-iman/ Kabar Sukacita??? Fr. Felix Kris Alfian  "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Luk 1:38            Bacaan Injil hari ini berbicara tentang kisah...