Dia yang Memberikanku Kupu-Kupu

Dia yang Memberikanku Kupu-Kupu

dia adalah wanita yang menaruh air matanya pada bak mandi.

tempatku mandi, saat tubuhku tak ingin mandi sendiri.

dia adalah wanita yang menimang sumbunya seolah tak mau dikenai api.

mimpinya adalah tegak bagai bambu, saat keadaan menyeretnya ke arah tepi.

 

dia adalah wanita yang menyanyikan lagu puteri tidur,

yang refrainnya tak pernah dihindari, kemustahilannya tak pernah diajaknya untuk luntur.

dia adalah wanita yang menamai dirinya setara,

 

yang tampak depannya adalah pondasi bangunan, nasi uduk atau tukang parkir.

dia adalah wanita yang tanpa tutup muka mengiba,

demi kertas ujian seorang putra.

 

Plasenta.

 

 

dia adalah wanita yang memberikanku kupu-kupu.

aku masih tampak lugu. Pahitnya bebatuan itu, hatinya tahu.

dia adalah wanita yang berteriak di tengah pasar.

sebutir nasi ia sasar.

 

Indung telur.

 

dia adalah wanita yang menidurkanku pada sebuah kepompong.

logat bukan ngengat, ia ciptaan yang hangat.

 

rerumputan bukan lagi hutan. Lesungnya bukan buatan.

lelah bukanlah lemah. Tanya padanya adalah resah dan ia adalah sebagian dari darah.

 

 

[A]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Lukas 10:38-42 | Selasa, 08 Oktober 2019 | Hari Biasa Pekan XXVII

https://medium.com/@ningtyas/hanya-karena-sudah-pernah-tak-lantas-membuatmu-berhenti-berbuat-baik-bc970c251509   Melakukan Dengan Setulus Hati dan Hati yang Murni Fr. Dandhi Pratama, AR“Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja...

Misa UNIO Kecil KAS

      Sabtu, 22 September 2018 mungkin adalah hari biasa seperti hari-hari Sabtu lainnya bagi kebanyakan orang, namun pada tanggal inilah suatu momen...

Renungan Sabda: Mrk. 5:1-20 (Senin, 4 Februari 2019 Pekan Biasa IV)

"YANG TERUTAMA ADALAH KEMULIAAN ALLAH"Doa Pembuka Allah Bapa, Sumber Kedamaian, berkenanlah menunjukkan jalan. Tuntunlah kami dengan tanganMu. Berikanlah SabdaMu sebagai pedoman, sebab kami berniat mencari...

Srawung: Gairah Muda Bergelora Bagi Tanah Air

Sabtu, 27 Oktober 2018          Embun pagi mengintip dari balik rindang dedaunan. Seulas senyuman tiap peserta menandakan kesan mendalam. Perbedaan hadir memberi...

Renungan Sabda: Mat 1:1-16.18-23 (Sabtu Pekan XXII-B)

Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria Doa Pembuka Ya Allah,  aku bersyukur atas anugerah iman yang aku terima. Aku juga menyadari bahwa imanku ini tidak bisa kulepaskan...