Rindu Terhapus Hujan

Rindu Terhapus Hujan

Belum terdengar rasanya pujian sang katak.

Hanya terlihat perlahan-lahan semut mulai bertindak.

Namun bumi sudah berulang kali berteriak.

Tak ada usaha untuk mulai bertindak.

 

Suara hati engkau pahami.

Jerit tangis engkau sayangi.

Secercah harapan muncul kembali.

Senyuman manis terlihat dalam lesung pipi.

 

Bau khas mulai terasa.

Meski diam tanpa kata-kata.

Perlahan perubahan mulai terasa.

Terdengar suara sebagai wujud nyata.

 

 

#Hidupadalahpilihan (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Selamat Jalan Kembali ke Rumah Bapa, Rm. Aloysius Hantoro, Pr

Allah telah memanggil Imam dan saudara kita untuk kembali ke Rumah-Nya: Rm. Aloysius Hantoro, PrHari      : Jumat, 22 Nopember 2019Waktu  : Pukul 02.30...

Renungan Sabda: Matius 18:1-5.10 | Rabu, 02 Oktober 2019 | Pw Para Malaikat Pelindung (P)

Sumber Gambar: https://3.bp.blogspot.com/-dd78EFUxZvw/WKxpyws6dzI/AAAAAAAAA-Q/OCtXe9-InfIdSk_pwun0rdwZ3EUYW8jUQCLcB/s1600/Angels-in-Heaven_AskAnAngel_org_.gifMalaikat Penjagaku Fr. Olaf Shyantica Wisanggeni   Pernahkan kita berfikir untuk mendoakan nama malaikat pelindung kita? Mungkin bisa jadi nama yang diberikan oleh orangtua kita adalah...

Penuh Kesadaranmu

Penuh kesadaranmu. Setulus membelai. Pada mula cerita, dia ada. Pandangan yang pertama.Jumpa mata di antara kita yang tertawa. Hanya sekilas yang penuh makna. Bayangmu, wahai engkau yang mencintai jiwa, Yang...

1000 Hari Alm. Mgr. Johannes Maria Pujasumarta, Pr

      Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta merayakan peringatan Seribu Hari (Nyewu) meninggalnya Mgr. Johannes Maria Pujasumarta pada hari Rabu, 22 Agustus...

Renungan Sabda: Markus 8:11-13 (Senin Biasa Pekan VI)

Allah, bagai Orang Tua yang BaikDoa Pembuka:     Allah yang penuh kasih, kami bersyukur atas anugerah hidup ini. Kami ingin menemukan makna...