Renungan Sabda: Luk 10 : 17-24 (Sabtu Pekan XXVI-B)

“Mari Memuji Tuhan!”

Doa Pembuka

Allah yang Mahabaik, syukur kami panjatkan kepada-Mu bahwa berkat-Mu senantiasa melimpah pada kami. Ajarilah kami hari ini untuk melihat kembali hidup kami dan menyadari kebiasan kami untuk memuji Nama-Mu. Terpujilah Engkau yang meraja kini dan sepanjang segala masa, Amin.

 

 

Renungan

            Berkah Dalem. Semoga Anda semua ada dalam kasih dan berkat Tuhan. Saudara-Saudari yang terkasih, apabila kita mencermati bacaan Injil pada hari ini ada satu bagian yang luput dari perhatian ketujuhpuluh dua murid Yesus. Apa itu? Ketujuhpuluh dua murid Yesus lupa untuk bersyukur dan memuji Tuhan. Mereka hanya gembira dan bangga akan diri mereka sendiri, kata mereka “ Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu”.  Para murid ini terbuai dengan prestasi yang diraihnya dan lupa untuk memuji Tuhan.

 

 

            Memuji Tuhan berarti menyadari bahwa apapun yang telah dicapai tidak lepas dari kuasa dan berkat dari Tuhan. Para murid lupa bahwa Yesus memberi kuasa secara khusus kepada masing-masing murid untuk menahan kekuatan musuh. Sebab kata-Nya, “…Sesungguhnya Aku telah memberi kalian kuasa untuk menginjak-injak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tiada yang dapat membahagiakan kalian…”

 

 

            Yesus membahasakan untuk memuji Allah dengan ‘bersukacita karena namamu terdaftar di surga’. Anda semua, sebagai murid-murid Kristus berkat rahmat baptisan yang telah diterima sungguh disatukan dengan para kudus di surga dan ‘terdaftar di surga’. Dengan demikian, kita dimampukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh sukacita.

 

 

            Nah, pernahkah Anda memuji Tuhan di tengah prestasi yang diperoleh? Tentu pernah bukan? Lalu, bagaimana bila Anda mengalami kegagalan dan keterpurukan, apakah juga masih memuji Tuhan? Bisa jadi tidak atau belum pernah. Tetapi, kita bisa menimba inspirasi dari orang Jawa yang sering mengatakan dalam ungkapan ‘Syukur, Untung ya..Gusti taksih maringi. Sanadjan iya bonyok ananging…’  ungkapan ini menginpirasi kita apalagi sebagai murid Kristus untuk tak lelah memuji Allah. Mari Saudara/i, kita mohon kekuatan dari Tuhan untuk menjadikan hidup ini pujian bagi Tuhan.

 

 

Doa Penutup

Allah yang berbelaskasih. Terimaskasih atas kuasa-kuasa yang Engkau percayakan kepada kami masing-masing. Dengan kuasa itulah kami dapat menjalani hidup sebagai murid-murid-Mu. Semoga hari-hari dan karya kami menjadi pujian bagimu. Mantapkanlah hati kami untuk terus mengikuti-Mu dengan hidup dan karya kami. Kami juga berdoa bagi para imam dan calon imam, semoga hidup mereka mampu menginspirasi setiap kawanan domba untuk memuji-Mu. Amin.

 

 

(Fr. Agustinus Kartono, Tingkat IV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 7 : 31-35 (Rabu Pekan XXIV-B)

"Thanks God, You Are The Reason"   Doa Pembuka Ya Allah Bapa Maha Pengasih, anugerahkanlah kepada kami karunia cinta kasih-Mu yang tiada batasnya bagi hidup kami. Ajarilah...

Renungan Sabda: Markus 8:11-13 (Senin Biasa Pekan VI)

Allah, bagai Orang Tua yang BaikDoa Pembuka:     Allah yang penuh kasih, kami bersyukur atas anugerah hidup ini. Kami ingin menemukan makna...

Renungan Sabda: Matius 11:11-15 | Kamis, 12 Desember 2019 | Hari Biasa Pekan Adven II

Sumber Gambar: https://cdn.medcom.id/images/library/images/andrew-robles-280639.jpg Bersama Menjadi Pewarta Kabar Sukacita Fr. Dandhi Pratama“Sejak tampilnyaYohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga dirongrong, dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya”Kerajaan Surga bukan berarti...

Jantung Hati

Jantung Hati   Terjaga. Selama kesempatan itu ada dan aku punya, Sebagaimana kunci itu terbuka dan aku melayang di atasnya. Sebuah ruang tanpa nama, namun begitu bernyawa. Di sana aku...

Renungan Sabda: Lukas 19:41-44 | Kamis, 21 November 2019 | PW Santa Maria Dipersembahkan Kepada Allah

  Hati Yang Damai Fr. Gery Pintoko Pada hari ini Gereja memperingati Santa Maria Dipersembahkan Kepada Allah. Maria menjadi Bunda Gereja dan teladan kaum beriman. Maria taat...