Renungan Sabda: Luk 10 : 11-28 (Selasa Pekan XXVII-B)

“Keheningan Hati”

Doa Pembuka

Allah Bapa yang mahakudus, berilah kami hati yang tenang, agar mampu mendengarkan sabda-Mu. Semoga kami tanggap akan cinta kasih-Mu yang memelihara dan membaharui diri kami dana lam ciptaan. Amin.

 

 

Renungan

       Kita tidak asing mendengar Injil Yesus yang mengunjungi Marta dan Maria, saudara Lazarus. Marta yang dengan usahanya melayani Yesus, tentunya menjadi gambaran pribadi yang baik. Ini selayaknya mendapat pujian, namun kenyataannya Yesus justru menegurnya, ”Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara”. Di lain sisi, Yesus justru memuji Maria yang memilih bagian untuk duduk dekat kaki-Nya dan mendengarkan perkataan-Nya.
         Dua situasi berbeda yang dihadapi oleh Marta dan Maria sering kita alami pula dalam hidup sehari-hari. Dalam Injil Yesus menjelaskan bahwa kesibukan ternyata berdampak pada kekhawatiran dan justru membuat diri jatuh dalam kesusahan. Ini jelas yang sering kita alami sehingga kita lupa untuk sejenak mengambil sikap hening. Hening untuk apa, pastinya untuk sejenak meletakkan segala kesibukan kita dan membiarkan diri untuk mendengarkan sabda Tuhan, seperti halnya Maria.
         Hari ini Tuhan mengingatkan kita untuk berani mengambil sikap untuk masuk dalam keheningan. Tuhan memberikan gambaran bagi kita, seperti halnya kupu-kupu yang terbang ke sana ke mari untuk mencari kehidupan, namun ia memiliki saat untuk berhenti, hinggap di dedaunan untuk menikmati sari-sari yang telah ia dapatkan. Demikian dengan diri kita, Tuhan mengajak kita untuk menikmati rahmat kasih-Nya melalui keheningan. Mengambil waktu sejenak, entah pagi, siang maupun malam hari untuk meletakkan kesibukan rasa, pikiran, dan pekerjaan, kita masuk dalam rahmat kasih Tuhan. Keheningan hati memampukan kita untuk mendengar sabda Tuhan yang menuntun langkah hidup kita. Marilah kita memohon rahmat Tuhan untuk mampu menanggapi hadirat dan sabda-Nya, dengan berani masuk dalam keheningan hati kita.

 

 

Doa Penutup

Allah Bapa, kami bersyukur atas segala rahmat kasih-Mu yang hadir dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Semoga kami semakin berani untuk masuk dalam keheningan dan melaksanakan sabda-Mu dalam hidup keseharian kami. Amin.

 

 

 

(Fr. Stefanus Arief Gunawan, Tingkat IV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Kol 1:24-2:3 dan Luk 6:6-11 | Senin, 09 September 2019 | Hari Minggu Biasa XXII

Sumber: https://unsplash.com/photos/7lryofJ0H9s Perjuangan dan Anggapan Mereka Fr. Bartholomeus Alfa Amorrista  “Itulah yang kuusahakan dan kuperjuangkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat dalam diriku.” Kol...

Renungan Sabda: Lukas 6: 17.20-26 (Minggu Biasa Pekan VI)

“Semua sama di mata Tuhan”Doa Pembuka           Allah yang Mahamurah, Putra-Mu bersabda “"Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”, kiranya ya...

Renungan Sabda: Luk 9:1-6 | Rabu, 25 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXV

https://www.simple.com/blog/how-to-handle-one-time-income Yang Penting Yaqueen (yakin) Fr. Benedictus Aditya Relliantoko“Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan…”Hari ini kita mendengar perintah Yesus yang mengutus kedua belas murid-Nya untuk pergi mewartakan...

Renungan Sabda: Lukas 6:27-38 | Kamis 12 September 2019 – Hari Minggu Biasa XXIV

  Siapa identitas orang Katolik? Fr. Bonaventura Dwi Putra   Ada pepatah yang mengatakan bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Masyarakat Indonesia kerap kali merunut atau menghubungkan...

Renungan Sabda: Luk 5: 1-11 (Kamis Pekan XXII-B)

Doa Pembuka Ya Allah, saat aku mulai berdoa, aku merasa Engkau sedang melangkah dalam perahu kehidupanku. Aku berangkat menolakkan perakuku sedikit lebih jauh dari pantai,...