Renungan Sabda: Luk 10 : 25-37 (Senin Pekan XXVII-B)

“Do More”

Doa Pembuka

Allah Bapa Maha Pengasih, kebaikan dan cinta kasih-Mu selalu menaungi dan menghidupi kami. Kami mohon ajarilah kami selalu untuk berbelas kasih dan membagikan cinta-Mu yang tulus iklhas bagi sesama kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

 

Renungan

     Yesus bertanya “Menurut pendapatmu, siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia?” Jawab orang itu, “Orang yang telah menunjukan belas kasih kepadanya.” Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, dan lakukanlah demikian!”

 

 

      “Pergilah, dan lakukanlah demikian!” Saudara-saudari yang terkasih, bila kita mencermati perkataan Yesus pada akhir bacaan Injil hari ini, tanpa basa-basi lagi Yesus langsung mengajak seorang Ahli Taurat untuk mempraktikkan perintah untuk saling mengasihi. Cobaan yang diberikan oleh Ahli Taurat kepada Yesus bagaikan cermin yang membuatnya terperangah. Amat jelas Yesus memerintahkan seorang Ahli Taurat untuk beraksi mengasihi. Perintah yang diwujudkan dengan berbuat kasih bagi sesama tanpa melibatkan satupun perbedaan.

 

 

       Mengasihi sesama berarti melakukan tindakan kasih secara nyata lewat pikiran, perkataan, dan perbuatan kita.  Seorang Ahli Farisi justru yang dicobai oleh Yesus untuk benar-benar berbuat kasih lewat sebuah perumpaan tentang Orang Samaria yang berbelas kasih. Ahli Farisi tersebut disadarkan bahwa menunjukan belas kasih lewat tindakan nyata jauh lebih penting. Selain itu, sesama manusia yang dimaksudkan Yesus ialah semua orang tanpa terkecuali. Yesus mengajak Ahli Farisi tersebut tidak hanya melakukan tindakan kasih secara nyata bagi sesama tetapi juga mengajaknya untuk tidak membeda-bedakan dalam mewujudkan kasih tersebut. Begitu amat jelas Yesus menggambarkan bagaimana kasih itu dapat dirasakan yakni dengan tindakan nyata. Begitu amat jela pula Yesus memperlihatkan kepada siapa saja kasih itu dibagikan yakni kepada semua orang.

 

 

      Nah, sekarang saatnya anda yang sedang membaca renungan ini sudahkah benar-benar mewujudkan kasih tersebut dalam hidup sehari-hari kita? Masihkah membeda-bedakan dalam berbagi kasih? Dan Maukah tetap berbagi kasih kepada orang yang kurang berkenan bagi diri anda? Bila belum, mari mulai dari sekarang dan ambil satu langkah perubahan sebagai seorang Kristiani dengan perbuatan kasih. Bila sudah, yuk bagikan terus kepada orang yang anda jumpai hari ini hangatnya kasih Tuhan.

 

 

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Maha Pengasih, puji dan syukur kami haturkan atas kasih-Mu kepada kami. Berkat kerahiman-Mu kami selalu Engkau beri kesempatan untuk berjuang mewujudkan kasih-Mu kepada sesama. Kami mohon, semoga cinta kasih yang Engkau beri, yang terwujud dalam diri Putra-Mu, senantiasa menjiwai hidup kami. Amin.

 

 

 

(Fr. Ireneus Yongki Artha Pieter, Tingkat IV)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Santo Paulus

Belajar Dari Spirit Santo Paulus     Jika anda berkunjung ke Seminari Tinggi St Paulus Kentungan Yogyakarta anda akan melihat patung sang pelindung Seminari Tinggi...

Sarang CCA Se-Kabupaten Sleman: “Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan”

   Sabtu, 29 September 2018, kompleks Seminari Tinggi St.Paulus Kentungan dan Fakultas Teologi Wedabhakti menjadi sarang bagi 350-an siswa SD dan puluhan guru. Mereka...

Renungan Sabda: Matius 9:9-13 | Sabtu, 21 September 2019 | Pesta S. Matius, Rasul dan Penulis Injil

Sumber Gambar: https://www.istockphoto.com/photo/woman-opening-door-gm820556842-132605091 Keluar dari Kebiasaan oleh: Fr. SaptonoIbu, bapak dan saudara-saudari terkasih berkah Dalem? Hari ini kita merayakan pesta Santo Matius Rasul dan Penulis...

Renungan Sabda: Matius 9:9-13 (Jumat Pekan XXIV-B)

Belajar Menilai secara Positif (Pesta St. Matius, Rasul dan Pengarang Injil) Doa Pembuka Allah Bapa yang penuh kasih, bukalah mata hati kami agar kami mampu melihat...

Penuh Kesadaranmu

Penuh kesadaranmu. Setulus membelai. Pada mula cerita, dia ada. Pandangan yang pertama.Jumpa mata di antara kita yang tertawa. Hanya sekilas yang penuh makna. Bayangmu, wahai engkau yang mencintai jiwa, Yang...