Renungan Sabda: Luk 11:15-26 (Jumat Pekan XXVII-B)

“Daya dari Tuhan”

Doa Pembuka

Tuhan Yesus Mahacinta, KasihMu begitu melimpah atas diri kami. KasihMu pulalah yang memampukan kami memiliki kuasa untuk menumpas dosa. Bantulah kami mengalahkan kuasa dosa itu, agar kami mampu lebih dekat dengan Engkau dan sesama. Semoga rahmatMu senantiasa beserta kami dalam setiap setiap aktivitas yang kami lakukan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

 

Renungan

        Kuasa mengusir setan tidak hanya dimiliki oleh Tuhan Yesus. Kita pun dianugerahi daya untuk mengusir setan. Tentu saja, daya mengusir setan bisa kita lakukan adalah tindakan yang cukup menantang dan nyata dalam hidup kita. Setan yang bisa kita usir adalah kemalasan, kecemburuan, kemarahan dan lain sebagainya. Kuasa jahat inilah yang patut kita musnahkan dari dalam diri kita. Tentu saja, untuk mengusir daya-daya semacam itu, kita membutuhkan daya dari Tuhan sendiri. Daya tersebut hanya bisa kita punya ketika kita berserah pada Tuhan dan memiliki kemauan untuk belajar menghindari daya tersebut.

 

 

        Kekuatan untuk menumpas kuasa jahat tersebut kita dapatkan dari Tuhan sendiri melalui iman yang tumbuh dari dalam diri. Kepercayaan akan kekuatan iman dan kemauan dalam diri untuk bertransformasi adalah jalan menumpas kekuatan setan yang mampu merampok perhatian kita akan keutamaan kasih. Lalu, usaha apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari hasutan setan tersebut? Nah, untuk menghindarinya, salah satu jalan yang bisa kita lalui adalah kesadaran. Kita perlu sadar sepenuhnya akan diri kita. Setan akan mudah masuk dalam diri kita kalau kesadaran di dalam diri mulai hilang.

 

 

        Ketegasan adalah hal yang penting untuk mengusir daya setan yang tiba-tiba muncul dalam diri kita. Kalau kita merasa malas, kita harus berani tegas akan diri sendiri dan bangkit untuk mengerjakan semua pekerjaan tepat waktu dan lebih rajin mengatur jadwal. Kalau timbul rasa marah dalam diri, kita harus belajar menerima kemarahan tersebut, menyadari kemarahan itu sepenuhnya dan memaafkan faktor apapun yang mambuat kita marah. Tentu, banyak hal mampu kita lakukan untuk menumpas daya setan yang mampu menghasut kita untuk hidup di dalam kuasa jahat. Dan, setiap orang punya caranya masing-masing untuk mau bertobat dan bertansformasi menjadi manusia yang lebih baik lagi.

 

 

Doa Penutup 

Tuhan Yesus Mahakasih, rahmatMu tiada hentinya tinggal di dalam diri kami. Berkatilah selalu perjalanan hidup kami, agar setiap tindakan yang kami lakukan senantiasa mencerminkan kasihMu yang tak terhingga. Bantu kami untuk menghindari daya setan yang mampu menghasut diri kami untuk jatuh dalam dosa. Bantu kami menyadari bahwa kasihMu tidaklah memiliki batas. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

 

 

 

 

Fr. Alfa Amorrista/Tk. III

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Markus 16:15-20 | Selasa, 03 Desember 2019 | Pesta St. Fransiskus Xaverius

Sumber Gambar: https://genjus.files.wordpress.com/2008/03/fx.gifMewarta Karena Dicinta Oleh: Fr. Yonas Bastian Ada seorang murid yang baik yang telah lama berguru pada seorang guru yang baik pula. Setiap hari murid...

SRAWUNG ORANG MUDA LINTAS AGAMA: “Berjabat Erat Hilangkan Sekat”

Jumat, 26 Oktober 2018 - Hari Pertama        Geliat hari pertama opening ceremony Srawung Persaudaraan Sejati Kaum Muda Lintas Agama 2018 begitu memikat....

Ujung Tanduk

Beling dihimpit meja.Terjungkal batu yang dilempar tanpa punya kata.Gelombang ombak timbulkan retak.Abaikan seimbang di tengah bimbang datang.Luka di balik jendela.Tabiat saudara digoncang berita,Setengah tubuhnya...

Renungan Sabda: Luk. 21:12-19 (Rabu, 28 November 2018)

"Menderita Untuk Mulia"Doa Pembuka Allah Bapa sumber kekuatan dalam hidup kami, perkenankanlah kami agar senantiasa menyadari diri kami sebagai orang yang Engkau pilih untuk saling...

Renungan Sabda: Matius 4:18-22 | Sabtu, 30 November 2019 | Pesta S. Andreas, Rasul

Sumber Gambar: http://www.terang-sabda.com/2014/07/mengenal-kitab-suci-dan-penafsirannya.html Mendengar dan Bertindak Fr. Saptono Ibu, bapak dan saudara-saudari yang terkasih, berkah Dalem. Hari ini kita merayakan pesta Santo Andreas Rasul. Ayahnya, bernama Yohanes,...