Renungan Sabda: Luk 11:29-32 (Senin Pekan XXVIII-B)

“Tanda Kehadiran Tuhan”

Doa Pembuka

Allah pengasih dan penyayang, Engkaulah sumber keselamatan bagi kami. Kami mengucap syukur atas setiap sapaan dari padaMu yang boleh kami rasakan melalui pengalaman-pengalaman kehidupan ini. Kami mohon penyertaanMu dalam memahami setiap karya ilahiMu dalam diri kami sehingga kami dapat memahami kehendakMu atas diri kami dengan benar. Doa ini kami haturkan kepadamu melalui perantaraan Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

 

 

Renungan

        Setiap manusia memiliki perbedaan, baik dari segi fisik maupun dari segi rohani. Dalam segi kerohanian, kita mengetahui terdapat keberagaman kepercayaan iman sebagai sebuah tanggapan atas setiap karya ilahi yang terjadi. Begitupula dalam dinamika kehidupan Kristiani, dimana melalui latar belakang kehidupannya membentuk ketergerakan diri dan hati untuk terbuka pada rencana karya keselamatan Allah. Perbedaan tersebut menjadi suatu bentuk keragaman yang mengartikan persaudaraan di dalam iman.

 

 

      Persaudaraan dalam iman tersebut menjadi pemersatu bagi setiap manusia. melalui hal tersebut, kita diingatkan bahwa tidak hanya perbedaan yang ada, namun juga persamaan. Persamaan tersebut adalah kebenaran bahwa manusia adalah makhluk rohani. Inilah dasar yang menjadikan manusia secitra dengan Allah sendiri. Melalui kesadaran ini, setiap manusia dapat menyadari diri pribadi sebagai seorang yang dikasihi oleh Allah melalui setiap karyaNya dalam pengalaman konkrit sehari-hari.

 

 

       Inilah yang menjadi poin renungan pada hari ini, bahwa banyak orang menuntut tanda dari Yesus yang berkenan hadir di dunia. Mereka tidak menyadari diri sebagai makhluk rohani sehingga kemegahan duniawi telah membutakan iman mereka. Iman hanya dapat dipahami apabila menaruh kepercayaan. Percayalah maka engkau akan mengerti. Setiap tanda telah Allah berikan kepada manusia melalui setiap pengalaman kehidupannya. Namun, manusia dapat melihat tanda tersebut hanya melalui iman. Bukalah hatimu dan lihatlah Allah berkarya dalam hidupmu. Karena Anak Manusia yang ada di sini lebih besar daripada tanda yang Nabi Yunus.

 

Doa Penutup

Allah yang maha baik, kami mohon penyertaanmu dalam peziarahan hidup kami di dunia ini. Kami mohon rahmat keterbukaan hati untuk melihat setiap karya keselamatan yang telah Engkau sediakan bagi kami. Sehingga kami dapat menjadi anak-anakMu yang menjadi pewarta terang kepada semakin banyak orang yang masih terdiam dalam kegelapan dunia. Semua doa dan permohonan ini kami hunjukkan melalui pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

 

 

Fr. Marcellinus Yudhi Nugroho/ Tk. III

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Penuh Kesadaranmu

Penuh kesadaranmu. Setulus membelai. Pada mula cerita, dia ada. Pandangan yang pertama.Jumpa mata di antara kita yang tertawa. Hanya sekilas yang penuh makna. Bayangmu, wahai engkau yang mencintai jiwa, Yang...

Berita Duka: RIP Rm. Gregorius Utomo, Pr

 Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan.Tuhan telah memanggil Imam-Nya: RM. GREGORIUS UTOMO, PRPada hari Sabtu tgl. 15 Februari 2020  Pk 04.50  WIB, di RS Panti Rapih...

Matius 23: 13-22 | Senin, 26 Agustus 2019 – Hari Biasa Pekan XXI

Yakub melihat Pintu Surga dalam mimpi? Ketika Yakub melarikan diri dari saudaranya, Essau, yang ingin membunuhnya karena mencuri hak kesulungannya (Kejadian 27:41), ia mencari perlindungan...

Tahbisan Diakon 2020

Akan menerima rahmat tahbisan diakon dari tangan Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang, pada hari Sabtu, 25 Januari 2020, 16 frater dari lima keuskupan-kongregasi:   1....