Renungan Sabda: Luk 11:42-46 (Rabu Pekan XXVIII-B)

“Menuai Kebaikan”

Doa Pembuka

Allah Bapa Mahakasih, Engkau telah berkenan mengutus Putera-Mu Yesus Kristus ke dunia. Perkenankanlah kami untuk patuh dan setia akan sabda-Nya, sehingga hidup kami mewujudkan pengabdian bagi kebahagiaan sesama dan mencapai keluhuran abadi bersama para kudus-Mu di surga. Demi Kristus Tuhan dan perantara kami. Amin.

Renungan

“Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan…
Hidup ini harus jadi berkat!

 

     Penggalan lirik lagu di atas sudah tidak terdengar asing di telinga. Pepatah Jawa mengatakan, urip iku mung mampir ngombe. Hidup hanya sebatas meneguk air. Proses meneguk air adalah proses yang singkat, begitulah hidup ingin dianalogikan. Makna dari pepatah Jawa ini senada dengan lirik lagu di atas. Jika direnungkan, lagu tersebut mengajak kita untuk mensyukuri hidup yang hanya sekali ini. Apa yang menjadi tujuan dan harapan adalah hidup ini harus menjadi berkat. Menjadi berkat artinya kehadiran kita di sekitar mampu membawa dampak yang baik bagi siapa dan apa yang kita jumpai. Lantas, apakah selama ini hidupku sudah menjadi berkat bagi orang lain?

 

 

     Sabda Yesus hari ini mengajak kita menuai apa itu kebaikan. Dalam Injil dikisahkan, Yesus mengecam keras orang Farisi dan ahli Taurat karena telah mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Siapa yang menanam dia yang akan menuai. Orang yang menanam kebaikan ia akan menuai sukacita, sebaliknya orang yang menanam iri hati-kesombongan, ia akan menuai penderitaan. Dalam bacaan pertama, Paulus menegaskan bahwa hanya hidup yang mengikuti roh yang bisa membawa kepada Kristus. Kebaikan itu telah dijelaskan secara terang-terangan oleh Paulus, yakni buah-buah roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, dll. Kita sebagai orang Kristiani telah dipanggil oleh Kristus, maka hendaknya kita pun mampu menuai kebaikan dari apa yang telah ditegaskan oleh Paulus. Menuai kebaikan artinya menyadari kehadiran kita bagi orang lain. Tidak sekedar menyadari, namun sejauh mana berguna dan bermanfaat kehadiranku selama ini. Marilah, kita mohonkan kekuatan agar kesempatan dalam hidup ini kita dimampukan untuk mengikuti keinginan roh, sehingga akhirnya kehadiran kita mampu menjadi saksi untuk menanam dan menabur kebaikan.

Doa Penutup

Allah Bapa Mahakasih, kebaikan cinta dan kasih-Mu nyata seluas samudera. Tanamkanlah di dalam hati kami, cinta dan kasih untuk mampu menjadi berkat bagi sesama kami. Demi Kristus, Tuhan dan perantara kami. Amin.

(Fr. Benediktus Tri Widiatmaka, Tingkat III)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Rindu

RINDU Saat waktu terus memburu Membuat senja merajuk padam Tuk kembali rehat dulu Hingga kembali menyingsing kemilau   Mungkin inikah suatu pertanda? Kepadanya yang tlah berlalu Dimakan memori masa lalu Masa yang tlah...

Renungan Sabda: Lukas 10:38-42 | Selasa, 08 Oktober 2019 | Hari Biasa Pekan XXVII

https://medium.com/@ningtyas/hanya-karena-sudah-pernah-tak-lantas-membuatmu-berhenti-berbuat-baik-bc970c251509   Melakukan Dengan Setulus Hati dan Hati yang Murni Fr. Dandhi Pratama, AR“Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja...

Renungan Sabda: Yoh 1: 1-18 | Selasa, 31 Desember 2019 | Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Sumber Gambar: https://merahputih.com/media/15/32/74/1532745b2aade3c16dcb90ccb50d33b1.jpgHidup ini Indah karena Kristus Fr. Yohanes Oktantra Prasetya Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam...

Renungan Sabda: Luk 11:15-26 (Jumat Pekan XXVII-B)

"Daya dari Tuhan" Doa Pembuka Tuhan Yesus Mahacinta, KasihMu begitu melimpah atas diri kami. KasihMu pulalah yang memampukan kami memiliki kuasa untuk menumpas dosa. Bantulah kami...

Renungan Sabda: Lukas 9:22-25 (Kamis sesudah Rabu Abu)

Penyangkalan diriDoa pembuka Allah yang Maha cinta, kami bersyukur atas segala cinta kasih yang boleh kami terima dari pada-Mu melalui perantaraan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus...