Renungan Sabda: Mrk 10:35-45 (Minggu Biasa Pekan XXIX-B)

0
331

“Misi: Mewartakan Injil Suci”

Doa Pembuka

Allah Bapa kami, kami bersyukur atas rahmat kehidupan yang Engkau berikan kepada kami. Pada hari Minggu Misi ke 92 ini, kami berdoa bagi pelayan-pelayan-Mu semoga mereka kau beri kekuatan dalam mewartakan Injil Suci-Mu. Juga berilah rahmat keberanian kepada kaum mdua untuk semakin memberikan diri bagi pelayanan Injil-Mu. Amin.

 

 

Renungan

        Suatu hari saya bertanya kepada anak-anak dampingan saya “apakah ada yang berani membuat tanda salib ketika makan di luar rumah atau di sekolah?” Saya kaget, ternyata hampir semua mengatakan “iya, saya berani frater.” Saya mengira bahwa anak-anak dampingan saya akan mengatakan tidak, ternyata prediksi saya meleset. Mereka dengan berani mewartakan Injil dengan membuat tanda salib ketika hendak makan di luar rumah atau komunitas Kristiani.

 

 

       Hari ini merupakan hari Minggu Misi ke 92, hari Minggu misi ini bertema “Wartakan Injil Bersama Kaum Muda”. Gereja mengajak kaum muda untuk terlibat mewartakan Injil dengan tidak gentar dan takut. Mewartakan Injil merupakan tugas yang diberikan oleh Yesus kepada semua murid-Nya “pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Markus 16:15). Tugas pewartaan Injil ini adalah tugas setiap orang Kristiani.

 

 

        Injil hari ini, Yesus mengatakan supaya kita menjadi pelayan, “sebab Anak Manusia pun datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45). Memberi nyawa pada tugas pewartaan adalah memberikan diri kita yang seutuhnya. Tanpa takut dan gentar, membuat tanda salib, berdoa dengan penuh keyakinan, menjalankan tugas dan tanggungjawab masing-masing merupakan pewartaan Injil setiap hari.

 

 

Doa Penutup

Allah Bapa kami, semoga hari demi hari kami dapat semakin mencintai Engkau dengan mewartakan Injil-Mu. Ajarilah kami juga untuk memberikan nyawa kami demi pelayanan Injil di tengah-tengah kehidupan kami sehari-hari. Amin.

 

 

 

(Fr. Yulius Gery Pintoko, Tingkat III)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini