Renungan Sabda: Luk 12:35-38 (Selasa Pekan XXIX-B)

Pelopor Kebenaran

 

 

 

Doa Pembukaan

        Allah Yang Maha-Baik, kami sungguh bersyukur atas kasih-Mu yang masih kami rasakan hingga saat ini. Kasih-Mu senantiasa menuntun langkah hidup kami, sehingga sampai hari ini kami masih boleh menikmati anugerah kehidupan. Pada saat ini pula ya Allah, curahkanlah Roh Kudus-Mu kepada kami agar kami dapat merenungkan Sabda yang Engkau sampaikan pada hari ini. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan perantaraan Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama dengan Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa, amin.

 

 

Renungan

        Bersiap-siagalah dan senantiasalah berlaku benar sekalipun karena kebenaran itu kamu salah di mata dunia.
        Saudaraku yang terkasih, di dalam kehidupan kita sekarang ini, saya pribadi merefleksikan bahwa kebenaran telah menjadi sesuatu yang langka untuk kita temui. Bagi banyak orang kebenaran itu sudah tidak ada harganya. Kesadaran orang akan kebenaran tertutupi oleh kabut keegoisan. Dunia telah menjadi ruangan yang kotor oleh noda-noda kebohongan, dan kita tinggal menunggu waktu saja kapan noda-noda itu akan merobohkan dunia ini. Bohong bukan saja soal perkataan yang tidak benar namun juga tindakan yang bertentangan dari yang benar. Manusia sejatinya diciptakan untuk berbuat baik namun banyak yang menolak untuk berbuat baik, itulah kebohongan yang saya maksud.

 

 

            Saudaraku yang terkasih, menyadari akan kenyataan dunia saat ini, apakah kita sebagai orang Katolik hanya diam saja ? Tidakkah kita berani untuk menjadi pelopor kebenaran itu?

 

 

         Pada hari ini kita disapa oleh Allah melalui sabda-Nya yang bercerita tentang bagaimana kita harus senantiasa berjaga dan siap siaga dalam menantikan kedatangan-Nya. Kita tidak tahu kapan waktu itu datang, namun kita hanya bisa bersiap. Orang yang siap bukanlah orang yang hanya diam. Kedatangan Tuhan tidak dinantikan hanya dengan berdiam. Ke-siap siaga-an itu harus tampak dalam tindakan kita, yakni melakukan tindakan kebenaran. Kebenaran yang dimaksud adalah Kristus sendiri.

 

 

        Saudaraku yang terkasih sebagai orang kristiani satu-satunya hal yang bisa kita lakukan untuk menyambut kedatangan Tuhan adalah mewartakan kebenaran dan melaksanakannya dalam kehidupan kita sehari-hari, meski karena kebenaran itu kita bisa saja dianggap salah oleh dunia. Sebagai seorang pengikut Kristus kita ditantang untuk keluar dan memberitakan kebenaran yang kita imani. Iman tidak diam, iman tidak takut, iman seharusnya memberanikan kita untuk menanggung segala konsekuensi dalam mewartakan kebenaran.

 

 

           Saudaraku yang terkasih, keberanian dan kesiapan kita sangat dibutuhkan oleh dunia yang sedang diserang oleh virus-virus kebohongan. Kita harus menjadi pelopor kebenaran bukan malah terjebak dalam lingkaran kebohongan itu. Kita percaya bahwa ketika kita berani mewartakan kebenaran kepada dunia, apa pun konsekuensinya, Sang Sumber Kebenaran akan selalu menyertai kita. Dia juga telah menjanjikan jaminan keselamatan untuk kita ketika Ia datang.

 

 

        Ya Allah yang Mahakasih, curahkanlah kami rahmat keberanian untuk mewartakan kebenaran-Mu di dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

 

 

Doa Penutup

        Terima kasih ya Bapa atas Sabda-mu yang menyejukkan hati kami. kami mohon kepada-Mu Ya Bapa sumber kebenaran sejati, bimbinglah kami selalu agar selama hidup kami ini, kami senantiasa siap siaga untuk menantikan Kerajaan-Mu dengan senantiasa mewartakan kebenaran dan melakukannya. Ini semua kami mohon dengan perantaraan Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama dengan Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, amin.

 

 

 

Fr. Frantiko Tamba/Tk. III

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Matius 4:18-22 | Sabtu, 30 November 2019 | Pesta S. Andreas, Rasul

Sumber Gambar: http://www.terang-sabda.com/2014/07/mengenal-kitab-suci-dan-penafsirannya.html Mendengar dan Bertindak Fr. Saptono Ibu, bapak dan saudara-saudari yang terkasih, berkah Dalem. Hari ini kita merayakan pesta Santo Andreas Rasul. Ayahnya, bernama Yohanes,...

Renungan Sabda: Matius 20:17-28 (Rabu Prapaskah II)

“Terlalu mudah Nyinyir”   Doa Pembuka Allah Bapa Sumber Belas Kasih, Engkau berbelas kasih kepada siapa saja yang memohon kemuurahan hati-Mu. Dan berkat kerahiman-Mu, bebaskanlah kami dari...

Renungan Sabda: Luk 4: 31-37 (Selasa Pekan XXII-B)

Doa Pembuka Ya Allah,  Engkau memperhatikan aku dengan penuh keramahan. Engkau melihat taman hatiku yang subur, dan Engkau menabur sabda-Mu dengan harapan menghasilkan buah melimpah....

Renungan Sabda: Luk 13:1-9 (Sabtu Pekan XXIX-B)

"Kesempatan Kita" Doa Pembuka Allah yang Maharahim, kami bersyukur atas kerahimanMu yang melingkupi kami setiap hari dan memberi kami anugarah hidup hingga kini. Kami ingin bersyukur...

Renungan Sabda: Luk 21:5-19 | Minggu, 17 November 2019 | Hari Minggu Biasa XXXIII

 sumber gambar: https://images.app.goo.gl/aw1ebcnhd6E11aTH6     Hari Tuhan   oleh: Fr. Bonifasius     Arti dan Cara Menyongsong Kedatangan Hari Tuhan   Bapak, Ibu, serta Saudara-i yang terkasih, hari ini kita mendengar istilah yang cukup akrab dengan...