Renungan Sabda: Luk 12:39-48 (Rabu Pekan XXIX-B)

“Kelemahanku + Rahmat Allah = Perjuangan dan Optimisme” 

Doa Pembuka

Yesus yang baik, aku berterimakasih atas rahmat-Mu yang senantiasa melimpah atas ku, bantulah aku hari ini untuk membuka hati dan merenungkan sabda-Mu mengenai semangat dalam hidup. Amin.

 

 

Renungan

“Dan aku telah menjadi pelayan Injil menurut pemberian kasih karunia Allah, padahal aku adalah orang yang paling hina di antara segala orang kudus.”

 

Dalam hidup, mungkin kita sering merasa tak pantas. Sebagai contoh, kita mesti pernah merasa tak pantas untuk mengingatkan atau menasehati saudara kita yang salah dengan alasan ‘Toh aku juga demikian bahkan lebih buruk’. Akibatnya, kita cenderung skeptis dengan keadaan di sekitar kita. Hal lain, kita juga jadi sering pesimis dengan berbagai hal yang kita lakukan atau pun jalani. Nah, melalui bacaan hari ini, kita diajak untuk belajar bagaimana caranya mampu bertahan dalam pengharapan/tidak pesimis dan skeptis, seperti yang dialami Paulus. Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus mengakui dirinya sebagai orang yang hina, namun dengan itu, bukan serta-merta Paulus menjadi pesimis atau bahkan skeptis dalam pewartaannya. Malahan, dia menjadikan kelemahannya sebagai motivasi dan juga batu loncatan untuk berjuang menjadi lebih baik. Dengan kehinaannya, dia malah semakin merasa bersyukur dan terberkati atas apa yang dipercayakan Yesus kepada-Nya, bersyukur karena menjadi ahli waris perjanjian Allah dalam Kristus Yesus.

 

Kesalahan atau pun ketidakpantasan memang baik untuk disadari, namun harapannya dengan itu kita bisa terdorong untuk semakin berjuang menjadi pribadi yang lebih baik, bukan malah tenggelam dalam kesalahan dan ketidakpantasan sehingga tak mau dan tak mampu berbuat apa-apa.

Doa Penutup

Allah Bapa yang bertahta dalam kerajaan surga, kembali aku bersyukur pada-Mu, terlebih berkat rahmat-Mu yang telah membuatku optimis dan mau berjuang untuk menjadi lebih baik dalam hidup. Tuhan, aku mohon sertailah aku senantiasa agar dengan setia mau dan mampu berjuang melaksanakan tugas-tugasku dengan penuh suka cita. Amin.
(Fr. Frech Davidson Sinaga, Tingkat III)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 21:1-4 (Senin, 26 November 2018)

"Memberi Persembahan"Doa Pembuka Allah Bapa yang Mahamurah, Engkaulah yang memiliki segala sesuatu. Hidupku hanyalah untuk menjalankan seluruh kehendak-Mu. Maka, kami mohon rahmat agar dikuatkan dalam...

Renungan Sabda: Matius 8:5-11 | Senin, 2 Desember 2019 | Hari Biasa Pekan Adven I

Sumber Gambar: https://www.christianity.com/wiki/christian-terms/what-does-humility-mean-in-the-bible-why-should-we-be-humble.htmlIman yang Mendalam Oleh: Fr. Benediktus Tri Widiatmaka Perjumpaan dengan seorang perwira dalam kisah ini membawa perspektif baru dalam beriman. Dari kisah perwira tadi, kita...

Srawung: Gairah Muda Bergelora Bagi Tanah Air

Sabtu, 27 Oktober 2018          Embun pagi mengintip dari balik rindang dedaunan. Seulas senyuman tiap peserta menandakan kesan mendalam. Perbedaan hadir memberi...

GEREJA

GEREJA ----------   Kala senja mengakhiri pengharapan, Rembulan datang memberi kekuatan. Kala bumi aktif sendiri, Rembulan setia menyinari.  Bumi berputar tanpa disadari. Begitu pula jantung tak akan berhenti. Meski engkau seenak hati, Dia tetap...

Renungan Sabda: Lukas 10:38-42 | Selasa, 08 Oktober 2019 | Hari Biasa Pekan XXVII

https://medium.com/@ningtyas/hanya-karena-sudah-pernah-tak-lantas-membuatmu-berhenti-berbuat-baik-bc970c251509   Melakukan Dengan Setulus Hati dan Hati yang Murni Fr. Dandhi Pratama, AR“Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja...