SRAWUNG ORANG MUDA LINTAS AGAMA: “Berjabat Erat Hilangkan Sekat”

Jumat, 26 Oktober 2018 – Hari Pertama

       Geliat hari pertama opening ceremony Srawung Persaudaraan Sejati Kaum Muda Lintas Agama 2018 begitu memikat. Suasana sukacita sebagai satu saudara mengalirkan rasa damai, rukun dan guyub, meski berbeda. Sebanyak 921 orang muda lintas agama berkumpul di Hall UTC Semarang untuk merayakan keberagaman dan membangun harapan akan terwujudnya peradaban kasih di tengah tantangan zaman. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 28 Oktober 2018, tepat memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda.

Mgr. Robertus Rubiyatmoko membuka acara Srawung Persaudaraan Sejati Lintas Agama dengan penuh semangat” – (Doc. fr. rendy)

           Dibalut dalam nuansa sendratari kolosal diiringi  komunitas minat bakat tari dan karawitan Klaten, kisah Jaka Kendil menjadi simbol perjalanan orang muda mencari jati diri di tengah perjuangan menciptakan persaudaraan sejati. “Cerita Jaka Kendil udah jarang banget kita denger. Tapi ternyata ada banyak makna kearifan lokal yang luhur”, udar salah satu peserta yang hadir. Usai pentas sendratari, Mgr. Robertus Rubiyatmoko hadir memberikan sambutan dan pesan kepada seluruh orang muda: “Orang muda itu tidak boleh lembek. Jadikan momen srawung ini pemicu untuk meneruskan estafet perdamaian, kerukunan, persatuan Indonesia. Keluarkan ide-ide kreatif kalian untuk membangun bangsa”.

“Para peserta menikmati suguhan sendratari “Jaka Kendil” – (Doc. Fr. Rendy)

 

 

         Dalam kesempatan ini, hadir sejumlah tokoh agama dari Islam, Hindu, Buddha, Kristen, penghayat kepercayaan dan jajaran aparat keamanan daerah Semarang. Selain itu, kurang lebih 20 komunitas ikut ambil bagian dalam perhelatan srawung ini, seperti halnya mahasiswa/I UIN Sunan Kalijaga, CRCS UGM, GBI Miracle Service Sedayu, Srikandi Lintas Iman, Mahasiwa UNY, STHD, dan GPIB Margamulya. Motivasi kehadiran mereka, selain untuk membangun jejaring komunikasi lintas agama dan kota/daerah, tetapi juga aksi-aksi konkret, sebagaimana nampak dalam kesempatan Forum Muda Bercerita dan juga stand up komedi.

“Sejumlah tokoh lintas agama hadir memberikan support penyelenggaraan kegiatan Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda KAS 2018” – (Doc. Fr. Rendy)

 

 

“Tari Sufi menjadi simbol pengekangan akan hawa nafsu dan ketamakan serta ego-diri mementingkan kepentingan sendiri” – (Doc. fr. rendy)

 

            Akhirnya, kolaborasi saxophone Rm. Aloysius Budi Purnomo, Pr dengan Yunan Helmi saat membawakan lagu “Damai Dalam Cinta”, membungkus seluruh dinamika sepanjang hari pertama yang kaya akan refleksi. “Mari jaga persatuan! Jangan mau dipecah belah! Kita semua satu. Kita semua Bhinneka”!

 

 

“Rm. Aloysius Budi Purnomo, Pr berkolaborasi dengan Mas Yunan Helmi, musisi pencipta lagu “Damai Dalam Cinta” – (Doc. fr. Rendy)

 

 

 

 

Fr. Fikalis Rendy Aktor (Dokumentasi SRAWUNG 2018)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda : 1Tes. 4:13-17a; Luk. 4:16-30 | Senin, 2 September 2019 – Minggu Biasa XXII

Sumber gambar ilustrasi: gri.or.id Terbuka akan Kehadiran Yesus oleh: Fr. Nugroho Susanto_bns Kedatangan Yesus ke Nasaret membawa warta kabar gembira dan keselamatan. Ajaran-Nya menciptakan rasa takjub, sehingga...

Ditinggalkan

D I T I N G G A L K A N ----------    rasa-rasanya semua ini seperti pertandingan yang mana jalur telah ditentukan dan orang-orang berlarian saat bel...

Renungan Sabda: Markus 9:30-37 (Selasa Biasa Pekan VII)

Menghadapi Pencobaan bersama Kristus  Doa Pembuka     Allah Yang Mahabaik, kami bersyukur atas kebaikan-Mu sepanjang hidup kami. Kami menyadari atas kelemahan dan kerapuhan diri kami...

Lomba Film Pendek – “Journey for A Dream”

    Silakan isi Formulir Pendaftaran di bawah ini! Terimakasih!Loading...

Renungan Sabda: Luk 17:5-10 | Minggu, 6 Oktober 2019 |Hari Minggu Pekan XXVII

https://www.merdeka.com/gaya/4-cara-ampuh-untuk-mengatasi-rasa-gelisah.htmlLetakkan dan Percayalah Fr. M. Victor Drajad S“Sekiranya kamu memiliki iman sebesar biji sesawi...”     Saat ini hidup kita terlalu banyak diliputi rasa kekawatiran. Sebut...