Renungan Sabda: Luk 13:10-17 (Senin, 29 Oktober 2018, Pekan XXX-B)

0
291
doc.google

“Yesus yang Mengubah”

Doa Pembuka

Allah Mahapengasih, kami bersyukur atas segala kasih-Mu melalui Putra-Mu Terkasih, sebab Ia telah menjadi jalan dan panutan bagi hidup dan karya kami. Kami mohon, bimbinglah dalam setiap langkah kehidupan kami agar kami semakin selaras dengan kehendak-Mu, demi Kristus Tuhan dan penuntun kami. Amin.

 

 

Renungan

Pada bacaan Injil hari ini, Yesus menyembuhkan seorang wanita yang sudah kerasukan roh jahat selama 18 tahun. Wanita yang disembuhkan Yesus sudah menderita sangat sejak lama, bahkan kondisi fisiknya pun turut terpengaruhi. Wanita itu menjadi bungkuk. Sewaktu wanita itu melihat Yesus dan memanggil-Nya, Yesus berkata, “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh”. Itu menjadi awal yang baik bagi wanita tersebut. Wanita itu mampu berdiri tegak dan mampu memuliakan Allah. Belenggu selama 18 tahun terlepaskan setelah mengalami perjumpaan dengan Yesus. Namun di balik itu, ada sebuah masalah yang muncul. Kepala rumah ibadat menjadi gusar dan marah karena penyembuhan wanita kerasukan ini terjadi pada Hari Sabat. Yesus telah melanggar aturan yang melarang bekerja pada hari sabat, termasuk menyembuhkan orang.

 

Hari sabat menjadi hari yang membelenggu bagi orang Yahudi untuk berbuat segala sesuatu. Orang Yahudi hanya diperbolehkan untuk melepaskan lembu atau keledai ke tempat minum karena jika tidak minum dapat mati. Dengan alasan nyawa binatang, orang Yahudi boleh bekerja. Maka dari itu Yesus berkata “munafik” kepada orang-orang itu. Yesus datang untuk mengubah Hari Sabat menjadi hari yang penuh kasih, hari yang membahagiakan bagi semua orang. Sabat sebagai hari memperingati keluarnya Israel dari tanah Mesir seharusnya menjadi hari yang dicontohkan Yesus tadi. Yesus ingin mengubah sabat menjadi hari yang membahagiakan seperti Israel yang keluar dari tanah Mesir. Terkadang aturan yang ketat, yang dibuat sendiri dapat dilanggar sendiri dengan alasan yang mendesak. Aturan hendaknya dibuat demi kebaikan bersama dan bukan untuk menguntungkan satu pihak saja. Sebagai pengikut Yesus seharusnya kita mampu melihat dan membuat aturan yang baik yang tidak hanya menguntungkan satu pihak saja.

 

 

Doa Penutup

Allah Maha Terang, kami bersyukur atas jalan terang yang telah Engkau beri kepada kami. Semoga kami senantiasa mampu menjadi terang bagi saudara-saudara kami melalui segala keputusan dan aturan yang sudah dan akan kami buat. Semoga berkat rahmat dan kasih-Mu, kami sungguh mampu menjalani hidup dalam terang-Mu dan menjadi penyalur terang-Mu bagi saudara-saudara kami. Demi Kristus Tuhan dan jalan keselamatan kami. Amin

Fr. Konstantinus Aji (Tingkat II)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini