Renungan Sabda: LUKAS: 13: 22-30 (Rabu Pekan XXX–B)

DALAM ALLAH, HADIR KESELAMATAN

DOA PEMBUKA

        Allah yang Mahakuasa, Engkaulah sumber dan jalan keselamatan umat beriman. Kami mohon kepada-Mu, hantarlah kami ini menuju pada terang kerahiman-Mu. Penuhilah kami dalam hidup keseharian kami agar senantiasa terarah dalam tutur kata, tingkah laku, tindakan, sehingga kami boleh menjadi anak-anak kudus-Mu. Terlebih dapat menjadi terang dan garam bagi sesama kami di dunia. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

 

 

RENUNGAN

        Manusia mengharapkan keselamatan. Kita mengimani Allah dalam diri Yesus sebagai Penyelamat umat manusia. Ia memiliki kuasa atas keselamatan umat manusia.  Jerih payah, kerja keras atau pun segala upaya yang dilakukan setiap orang, barangkali dilakukan untuk memperoleh “keselamatan” itu. Mereka meyakini bahwa usaha serta pikirannya itu akan membawanya menuju kepada keselamatan.

 

        Dalam kisah yang dipaparkan dalam bacaan Injil hari ini, saya membayangkan Allah sebagai Tuan Rumahnya. Ia dengan bebas untuk membuka atau menutup pintu rumah-Nya bagi orang lain. Ia berhak menentukannya dan tidak ada seorang pun yang dapat menyangkal atau pun melawan-Nya. Pintu yang digambarkan itu bagaikan pintu keselamatan. Hal ini menggambarkan bahwa melalui Kristus, manusia dapat bertemu dan berjumpa dengan Bapa. Tidak ada seorang pun dapat bertemu dengan Bapa tanpa melalui Kristus.

 

        Pintu itu juga gambaran kerahiman Allah, yaitu wujud belas kasih-Nya sendiri. Sejatinya setiap manusia diundang masuk ke dalam-Nya. Hanya saja, semua yang baik itu tidak ada yang mudah. Demikian pula jalan untuk mencapai keselamatan itu tidak lapang. Orang harus berjuang dalam kebaikan-kebaikan untuk mencapainya. Dalam kehidupan harian, jalan sempit itu tergambar dalam pertanyaan-pertanyaan ini: Siapakah yang dapat dengan mudah memaafkan orang dekat yang benar-benar menyakiti? Siapakah yang mudah memberikan yang dimiliki padahal dirinya sendiri sebenarnya sangat membutuhkan? Siapakah yang mudah untuk menerima direndahkan? Itulah usaha untuk datang dan membuka pintu. Tawaran sudah diberikan, kemudian penentunya adalah pihak manusianya, apakah menerima tawaran itu atau menolaknya. Dalam hal ini, kehendak bebas manusia menjadi penentu keselamatannya sendiri.

 

        Maka Mariah hidup melatih diri supaya tangguh berjuang melewati lorong sempit yang sering dihindari orang. Semoga sikap hati yang selalu terarah kepada-Nya memberi daya untuk memperjuangkannya.

 

 

DOA PENUTUP

        Bapa yang Maharahim, buatlah iman kami hanya teguh berpijak pada kasih-Mu. Kuatkanlah segala niat kehendak baik yang kami miliki  terarah pada-Mu. Buatlah kami semakin mengimani karya keselamatan yang terjadi dalam diri Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus. Dampingilah kami dengan karunia Roh Kudus-Mu, sehingga kami boleh untuk mengarahkan hati, pikiran, karsa dan daya hanya pada-Mu saja. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin
(FR. OLAF SHYANTICA WISANGGENI, TINGKAT II)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Kol 1:24-2:3 dan Luk 6:6-11 | Senin, 09 September 2019 | Hari Minggu Biasa XXII

Sumber: https://unsplash.com/photos/7lryofJ0H9s Perjuangan dan Anggapan Mereka Fr. Bartholomeus Alfa Amorrista  “Itulah yang kuusahakan dan kuperjuangkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat dalam diriku.” Kol...

SRAWUNG ORANG MUDA LINTAS AGAMA: “Berjabat Erat Hilangkan Sekat”

Jumat, 26 Oktober 2018 - Hari Pertama        Geliat hari pertama opening ceremony Srawung Persaudaraan Sejati Kaum Muda Lintas Agama 2018 begitu memikat....

Renungan Santo Paulus

Belajar Dari Spirit Santo Paulus     Jika anda berkunjung ke Seminari Tinggi St Paulus Kentungan Yogyakarta anda akan melihat patung sang pelindung Seminari Tinggi...

Renungan Sabda: Markus 7:31-37 (Jumat Biasa Pekan V)

Relasi dengan Allah yang MengubahDoa Pembuka     Allah Bapa yang Maha Kasih, kami bersyukur atas cinta kasih yang Kau berikan kepada kami. Bantulah kami untuk...

Renungan Sabda: Lukas 6:27-38 (Minggu Biasa VII)

Saling mengampuni dan saling mengasihiDoa Pembuka    Allah Bapa yang Maha Pengasih, Engkau telah menghendaki kepada kami untuk bertindak saling mengasihi. Teguhkanlah iman kami Tuhan,...