Renungan Sabda: Mat 5 : 1 – 12a (Kamis, 1 November 2018, Pekan XXX)

“ROLE MODEL”

Doa Pembuka

Allah yang Maharahim, sudilah membuka hati kami di permulaan hari ini. Curahkanlah rahmat terang Roh Kudus-Mu untuk selalu menuntun langkah-langkah hidupku menuju kekudusan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Renungan

         Sabda bahagia menjadi salah satu pedoman untuk menikmati anugerah surgawi Allah. Kenikmatan hidup versi Kerajaan Allah berbeda dengan versi kerajaan dunia. Sayangnya, sekarang ini banyak orang memilih menikmati keduniawian daripada mengusahakan rahmat-rahmat surgawi dalam kehidupan. Bahasa populernya, “mau enaknya tetapi tidak mau deritanya”. Bagaimana orang-orang Kudus mencoba menikmati saat-saat sulit dalam hidupnya?
           Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Gereja merayakan liturgi penghormatan orang kudus dalam rangka mengungkapkan imannya kepada Yesus Kristus. Gereja mau bersyukur atas buah penebusan Kristus yang kini telah dinikmati oleh para kudus. Dengan demikian ada tiga makna dan tujuan penghormatan kepada orang kudus:
Pertama, dalam diri orang kudus, Gereja mengagumi dan memuliakan buah penebusan Kristus. Berkat penebusan Kristus, semua orang sebagaimana yang dihidupi orang kudus diundang untuk semakin mewartakan misteri Paskah.
Kedua, Gereja menggabungkan diri bersama para kudus (communio sanctorum) memuji dan memuliakan Allah serta memohon mereka menjadi pendoa di surga bagi kita yang sedang berziarah di dunia.
Ketiga, kepada orang beriman, Gereja menyajikan hidup orang kudus sebagai teladan hidup (role model) orang beriman.
          Dari ketiga makna tersebut, Sabda Bahagia versi Kerajaan Allah menjadi berbicara bagi kita bahwa hidup berpusat pada Kristus menjadikan kita siap menerima rahmat surgawi, meski bentuknya penderitaan. Semoga kita pun berani menikmati hidup yang tidak nikmat, tetapi membuahkan rahmat surgawi dalam tiap tantangan hidup sehari-hari.
 
Doa Penutup
Allah yang Mahakudus, bersama para kudus-Mu di surga, kurniakanlah selalu rahmat-rahmat surgawi kepada kami, agar kami selalu belajar mendekatkan diri kepada-Mu dan berani menikmati ketidaknikmatan-ketidaknikmatan dalam hidup kami dalam terang salib-Mu yang membawa penebusan bagi dosa-dosa kami. Demi Kristus, Tuhan dan Juru selamat kami. Amin.

 

 

 

 

Fr. Fikalis Rendy Aktor (Tingkat VI, KPwkt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Hari Senin Biasa Pekan Paskah II | 20 April 2020

LAHIR KEMBALI   oleh Fr. Alfa Amorista         Lahir kembali. Apakah mungkin? Kita tidak mungkin kembali ke rahim ibu dan terlahir kembali di rumah...

Renungan Sabda: Luk 6:12-19 (Selasa XXIII-B)

"Menyertakan Tuhan"   Doa Pembuka Allah Bapa Maha Pengasih, kami bersyukur atas teladan Yesus Kristus, Putera-Mu yang selalu menyertakan Engkau di setiap keputusan penting dalam hidup-Nya. Utuslah...

Ujung Tanduk

Beling dihimpit meja.Terjungkal batu yang dilempar tanpa punya kata.Gelombang ombak timbulkan retak.Abaikan seimbang di tengah bimbang datang.Luka di balik jendela.Tabiat saudara digoncang berita,Setengah tubuhnya...

Renungan Sabda: Luk 2:33-35 (Pw. S.P Maria Berdukacita)-(Sabtu XXIII-B)

"Tetap Mengasihi Meski Menderita" Doa Pembuka Allah Bapa kami, Engkaulah sumber kebijaksanaan, syukur atas anugerah penyertaan-Mu. Kami mohon berkat-Mu, semoga memampukan kami untuk semakin berani berjuang...

I Believe The Dream

Fire grows every bones. Butterfly in my hand, firework in my brain, Hold me, night. Tell me the way to catch the dream, I believe the dream.  Every lips...