Renungan Luk 14:1.7-11 (Sabtu, 3 November 2018, Pekan Biasa XXX)

“Bekerja dan Menghasilkan Buah untuk Diri Sendiri, Orang Lain, dan Tuhan”

Doa Pembuka

Allah Bapa yang Mahakasih, kami mohon bukalah mata kami untuk melihat kebaikan-mu, bukalah hati kami untuk meresapkan kebaikan-Mu, bukalah pikiran kami untuk senantiasa mengingat kebaikan-Mu dan akhirnya kami dapat melaksanakannya seturut kehendak-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengatara kami yang hidup dan berkuasa Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin

 

 

Renungan

     Di zaman now ini, banyak orang yang asyik dengan pekerjaan mereka. Alasan mereka juga beragam, misalnya untuk mencukupi kebutuhan, ingin mendapat nilai bagus, mendapat keuntungan, dan sebagainya. Semua alasan itu tidak salah memang karena menjadi tuntutan hidup. Namun realitasnya adalah saat asyik bekerja, kita lupa waktu, kita lupa berdoa, kita lupa akan sahabat dan keluarga, dan masih banyak lagi. Bahkan dalam bekerja akan dilakukan dengan berbagai cara agar mencapai hasil yang maksimal. Pertanyaan yang patut direnungkan adalah “Apakah kita hanya mencari keinginan kita atau mencari Tuhan dalam segala pekerjaan kita?”
         Ada sebuah cerita nyata dari seorang bapak yang sedang menasehati anaknya yang sedang belajar untuk meraih cita-citanya dengan susah payah. Demikian, “Nak, hidup itu hanya untuk memilih jalan yang paling baik. Bekerja dan belajar itu juga baik, namun ada jalan yang paling baik yang tidak kamu sadari. Apa coba? Jalan yang paling baik itu adalah jalan yang mengarah kepada Tuhan. Di jalan itu, Tuhan selalu menuntunmu ke arah yang tidak kamu perhitungkan sebelumnya namun akhirnya kamu merasakan suatu kebahagiaan dan kamu akan berbuah limpah. Lelah itu pasti, hasil itu pasti namun jangan lupa akan Tuhan yang menjadi jalan kebenaran dan hidup.”
       Bapak ini mengajari kita bahwa hidup itu diwarnai oleh bermacam-macam pekerjaan namun jangan sampai kita lupa bahwa kita hidup untuk memilih jalan yang paling baik yakni bersama Tuhan. Bersama Tuhan, ktia dapat menyadari bahwa kita tidak hanya mencapai keinginan kita saja namun dari pekerjaan itulah, kita dapat memaknai. Akhirnya kita dapat berbuah limpah bukan hanya untuk diri kita saja namun untuk sesama. Carilah keheningan dan belajarlah rendah hati seperti Bapa dengan demikian, kita semua akan berbuah limpah.

 

 

Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur pada-Mu atas segala bimbingan-Mu dalam setiap pekerjaan kami. Bapa, bantulah kami menemukan-Mu dalam setiap apa yang kami kerjakan sehingga kami dapat belajar menjadi rendah hati seperti diri-Mu dan akhirnya kami dapat berbuah limpah untuk sesama kami serta untuk-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengatara kami. Amin.

 

 

 

 

 

(Athanasius Deimen, Tingkat I) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Renungan Sabda: Yoh 3:13-17 (Pesta Salib Suci – Jumat XXIII-B)

“Mensyukuri Pengalaman Diselamatkan”   Doa Pembuka Allah Bapa yang Maharahim, Putera-Mu Yesus telah memberi teladan hidup yang nyata dengan rela menjadi manusia hingga menderita dan wafat di...

Selamat Jalan Kembali ke Rumah Bapa, Rm. Aloysius Hantoro, Pr

Allah telah memanggil Imam dan saudara kita untuk kembali ke Rumah-Nya: Rm. Aloysius Hantoro, PrHari      : Jumat, 22 Nopember 2019Waktu  : Pukul 02.30...

Renungan Sabda: Mrk. 5:1-20 (Senin, 4 Februari 2019 Pekan Biasa IV)

"YANG TERUTAMA ADALAH KEMULIAAN ALLAH"Doa Pembuka Allah Bapa, Sumber Kedamaian, berkenanlah menunjukkan jalan. Tuntunlah kami dengan tanganMu. Berikanlah SabdaMu sebagai pedoman, sebab kami berniat mencari...

Renungan Sabda: Matius 5: 38-42 (Senin Biasa Pekan X)

 "Pilihan sikap hidup: Reformasi atau rasionalisasi"   Hari ini Yesus bersabda: “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata...

Renungan Sabda: Luk 7 : 31-35 (Rabu Pekan XXIV-B)

"Thanks God, You Are The Reason"   Doa Pembuka Ya Allah Bapa Maha Pengasih, anugerahkanlah kepada kami karunia cinta kasih-Mu yang tiada batasnya bagi hidup kami. Ajarilah...