Renungan Sabda: Luk 14:15-24 (Selasa, 6 November 2018, Pekan Biasa XXXI)

0
214
doc.google
“PEDULI DAN TANGGAP”
Doa Pembuka
     Tuhan Allah kami, ajarilah kami untuk setia mendengarkan dan melaksanakan sabda-sabda-Mu di dunia ini, agar kami pun memperoleh kebahagiaan sejati di surga nanti. Demi Kristus Tuhan kami. Amin
Renungan
      Sering kali, kepentingan-kepentingan yang kita miliki membuat diri kita sibuk dengan diri kita sendiri. Ketika kesibukan itu terjadi dalam hidup kita, sikap kita terhadap orang lain pun menjadi acuh tak acuh. Kita tidak peduli lagi dengan apa yang orang lain butuhkan sejauh itu tidak ada kaitannya dengan kepentingan-kepentingan diri kita sendiri. Kita cenderung lebih memilih melakukan segala hal yang penting bagi kita.
      Mungkin hidup semacam itu membawa kita pada kesuksesan, yaitu suatu keadaan ketika keberhasilan dalam mencapai kepentingan-kepentingan pribadi terpenuhi. Namun, betapa banyak hal yang sesungguhnya kita lewatkan dalam hidup kita karena kita merasa sibuk, tidak ada waktu untuk berbicara dengan teman, tidak ada waktu untuk keluarga, atau tidak ada waktu untuk berdoa sekalipun. Pada intinya, kita melewatkan tawaran-tawaran cinta kasih Allah yang tersalur melalui sesama kita dan kesempatan-kesempatan dalam hidup ini.
     Hidup yang egois tidak akan pernah menumbuhkan afeksi yang penuh dalam diri kita. Tanpa adanya relasi dengan orang lain, tidak mungkin kasih sayang itu kita peroleh. Sebab, kasih itu hanya diperoleh dari hubungan kita dengan sesama. Begitu pula dengan Allah. Tanpa adanya relasi dengan-Nya, kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari-Nya. Maka, marilah kita meninggalkan segala macam kepentingan pribadi kita untuk peduli dengan sesama dan senantiasa menanggapi undangan Allah untuk masuk dalam Kerajaan-Nya.
Doa Penutup
     Ya Allah, melalui Sabda-Mu hari ini, kami telah Kauingatkan akan tujuan sejati hidup ini. Semoga kami Kauberi rahmat agar kami mampu peduli dengan sesama kami dan peka untuk senantiasa menanggapi kehendak-Mu dalam hidup kami. Kami mohon dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

(Fr. Marcellinus Ongko Wijoyo, Tingkat I)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini