Renungan Sabda: Luk. 14:25-33 (Rabu, 7 November 2018, Pekan Biasa XXXI)

“IKUT TUHAN HARUS LEPAS BEBAS”

 

 

Doa Pembuka

     Ya Allah Bapa Yang Maha Baik, kami bersyukur atas hari baru yang Kau berikan kepada kami. Kami mohon rahmat-Mu agar dalam kegiatan kami hari ini, kami dapat menjalankannya dengan penuh kerelaah hati dan sukacita karena Engkau hadir dalam diri kami. Demi Yesus Kristus Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa. Amin

Renungan 

     Setiap hari Sabtu sore atau Minggu, sudah selayaknya kita pergi ke Gereja. Namun, tak jarang ada banyak alasan untuk tidak pergi ke Gereja. Bagi anak-anak mungkin dikarenakan acara televisi di hari Minggu itu bagus-bagus, maka malas ke Gereja. Kaum muda mungkin lebih disibukkan dengan kegiatan kampus atau hanya sekedar main atau ngedate. Sedangkan bagi para orangtua barangkali alasannya adalah urusan pekerjaan atau urusan rumah sehingga tidak ke Gereja.
     Jangankan misa harian, memberi waktu bagi Tuhan dalam Perayaan Ekaristi yang hanya seminggu sekali saja rasanya sulit. Menjadi pertanyaan juga apakah doa harian masih diingat atau tidak, karena kesibukan-kesibukan itu? Inilah yang menjadi refleksi bagi kita. Seperti dalam bacaan Injil, kalau mau ikut Yesus ya harus lepas bebas. Kalau kita menghitung untung rugi, bisa saja ikut Tuhan kita anggap rugi. Mulai dari bensin berapa, kolekte berapa, beaya parkir berapa, belum lagi kalau membeli sesuatu yang dijual OMK di depan Gereja. Nampaknya merugi. Kita harus sadar, ikut Tuhan memang rasanya tidak mudah tetapi berapa mahalkah kasih Tuhan yang Ia curahkan kepada kita setiap hari. Betapa lebih besar kasih-Nya dibanding pengorbanan kita.
     Dikaitkan dengan Injil, mari kita jadikan “duduk” sebagai waktu doa. Doa sebagai sarana kita “duduk bersama Tuhan” dalam keheningan atau dalam Ekaristi. Hal itu menjadi sarana kita menimba kekuatan untuk menjalankan dinamika hidup sehingga dinamika harian kita adalah wujud nyata dari doa kita. Seperti bacaan pertama, kita percaya bahwa Tuhan hadir dalam diri kita sehingga pekerjaan kita dapat kita jalankan dengan penuh kerelaan dan sukacita.
     Maka, mari kita ubah pandangan kita tentang memberi waktu bagi Tuhan yang terasa merugi dan menyita waktu (karena ada yang harus dilepaskan dari diri kita). Memberi waktu bagi Tuhan bukan berarti kehilangan, tetapi justru mendapat banyak rahmat dari Tuhan sehingga kita dikuatkan dalam menjalani dinamika hidup oleh Tuhan yang hadir dalam diri kita. Itulah buah dari kesiapsediaan kita melepas keinginan diri bagi Tuhan.

Doa Penutup

     Ya Tuhan, syukur atas sabda-Mu yang Kau berikan kepada kami hari ini. Semoga melalui Sabda-Mu, kami dapat rela melepas apa yang menjadi kesenangan kami demi mengikuti-Mu dan dapat memberi waktu kami bagi-Mu di tengah kesibukan kami. Tuhan hadirlah dalam dinamika hidup harian kami agar Kau berikan segala rahmat yang kami butuhkan terlebih untuk hari ini. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin
(Fr.Felix Kris Alfian, Tingkat I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Markus 6: 17-29 | Kamis, 29 Agustus 2019 – Pw. Kemartiran S. Yohanes Pembaptis

Demi kebenaran Yohanes Pembaptis mati syahid Markus mencatat penangkapan, pemenjaraan, dan kematian Yohanes Pembaptis: “Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di...

Renungan Sabda: Luk 1:1.26-38 | Jumat, 20 Desember 2019 | Hari Minggu Adven III

Sumber Gambar: http://www.sesawi.net/pelita-hati-24-03-2018-sukacita-iman/ Kabar Sukacita??? Fr. Felix Kris Alfian  "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Luk 1:38            Bacaan Injil hari ini berbicara tentang kisah...

Renungan Sabda: 1 Kor 12:12-14.27-31a (Selasa Pekan XXIV-B)

"Mensyukuri Rahmat Talenta" Doa Pembuka Allah Bapa sumber kerukunan, perkenankanlah menyadari berkat yang kau berikan di sepanjang hidup kami. Bantulah kami untuk senantiasa bergembira dalam perjalanan...

Salus Edisi 65: Coming Home

Renungan Sabda: Luk 18:35-43 (Senin, 19 November 2018, Pekan Biasa XXXIII)

Senyuman Wujud Kasih Doa Pembuka      Allah Bapa sumber segala pengetahuan dan cinta, kami mohon pendampinganMu untuk aktifitas kami pada hari ini. Dampingilah kami untuk...