Renungan Sabda: Luk 15:1-10 (Kamis, 8 November 2018, Pekan Biasa XXXI)

“Pengampunan Dari Bapa”

Doa Pembuka

Ya Allah Bapa Yang Maharahim pengampunan-Mu adalah kerinduan hati kami. Di sanalah terletak Cinta Kasih-Mu yang begitu besar kepada kami anak-anak-Mu. Semoga kami dapat mensyukurinya selalu dengan mengusahakan kehidupan yang lebih baik dari hari ke hari. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

 

 

Renungan

“Aku berkata kepada-Mu, demikian juga aka nada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan”
Pernahkah dalam suatu hari kita sama sekali tidak berbuat dosa? Jika tidak, yakinkah anda? Mungkin anda adalah orang kudus? Bagaimanapun apabila kita sadari dengan sungguh-sungguh pasti ada saja perbuatan dosa yang kita lakukan, sekecil apa pun itu. Hal ini karena kita sebagai seorang manusia tidak bisa terlepas dari dosa karena kita ini penuh dengan kerapuhan dan kelemahan.
Biasanya setelah kita berbuat dosa, di dalam diri kita pasti akan timbul suatu penyesalan. Apabila disimpan tentu saja hal ini akan menyesakkan hati kita. Membuat kita merasa tidak pantas untuk menjadi anak-Nya. Saat itulah, kemudian muncul suatu keinginan untuk bertobat serta membangun komitmen baru untuk tidak lagi berbuat dosa yang sama. Namun, tidak jarang bukan bahwa kita kembali melakukannya di kemudian hari? Seakan-semua ini adalah suatu siklus yang terus terulang.
Kita harus selalu bersyukur atas rahmat pengampunan yang selalu tersedia bagi kita. Allah Yang Maharahim selalu membuka pintu pengampunan dengan lebar bagi kita. Bagaimanapun keadaan kita, pasti Ia akan selalu menerima kita seperti seorang Bapa menyambut anak yang dikasihi-Nya. Rahmat pengampunan ini harus selalu kita syukuri, yakni dengan langkah laku pertobatan konkret tidak sekedar berupa komitmen yang kosong. Memang kita penuh dengan kerapuhan dan juga kelemahan, namun bagaimanapun kita harus berani untuk memperjuangkan hidup yang lebih baik dari hari ke hari.

 

 

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Mahabaik, kami bersyukur atas pengampunan-Mu yang selalu tersedia bagi kami. Semoga kami semakin berani untuk berkomitmen dan menjalaninya dengan penuh tanggungjawab sehingga hidup kami menjadi lebih baik dari hari ke hari. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

 

 

 

(Fr. Aad Rianto, Tingkat I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Matius 8:5-11 | Senin, 2 Desember 2019 | Hari Biasa Pekan Adven I

Sumber Gambar: https://www.christianity.com/wiki/christian-terms/what-does-humility-mean-in-the-bible-why-should-we-be-humble.htmlIman yang Mendalam Oleh: Fr. Benediktus Tri Widiatmaka Perjumpaan dengan seorang perwira dalam kisah ini membawa perspektif baru dalam beriman. Dari kisah perwira tadi, kita...

Renungan Sabda: Matius 22: 34-40 | Jumat, 23 Agustus 2019 – Hari Biasa Pekan XX

Upaya Mempermalukan Yesus Injil hari ini diawali dengan komentar yang merujuk pada pengajaran Yesus sebelumnya yang membuat orang Saduki bungkam: “Ketika orang-orang Farisi mendengar,...

Renungan Sabda: Luk 8 : 4-15 (Sabtu Pekan XXIV-B)

Kebebasan Dalam Memilih   Doa Pembuka Allah Bapa yang Mahabaik, Kasih-Mu tanpa batas-batasnya mengalir dalam hati kami dan membawa kesegaran serta kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Kasih...

Renungan Sabda: Luk 11:37-41 (Selasa Pekan XXVIII-B)

"Teguran Kasih" Doa Pembuka Allah Sumber Iman Sejati, kami mohon kepada-Mu, tuntunlah kami selalu pada iman yang benar yakni pada Kristus Putera-Mu. Sehingga kami pun dapat...

Renungan Sabda: Luk 4: 31-37 (Selasa Pekan XXII-B)

Doa Pembuka Ya Allah,  Engkau memperhatikan aku dengan penuh keramahan. Engkau melihat taman hatiku yang subur, dan Engkau menabur sabda-Mu dengan harapan menghasilkan buah melimpah....