Renungan Sabda: Lukas 17:20-25 (Kamis, 15 November 2018, Pekan Biasa XXXII)

“PEKA AKAN KEHADIRAN ALLAH”

Doa Pembuka
     Allah Bapa kami, karena berbagai beban dan kesibukan pekerjaan, acapkali mata dan hati kami tidak peka akan kehadiran-Mu. Kami mohon, bantulah kami agar dapat melihat dan merasakan kehadiran-Mu sebagai peneguh dan penolong atas segala tugas dan karya kami. Amin.

 

 

Renungan
     Saudara-saudari yang terkasih, dalam buku Sejenak Bijak, Anthony de Mello menuliskan secara menarik bahwa seringkali kita berdoa memohon kehadiran Allah dalam hidup kita. Padahal, sebenarnya, Allah itu sudah hadir dalam hidup kita sehari-hari. Hanya saja, kita kurang peka akan kehadiran-Nya. Hal yang serupa nampaknya terjadi pada orang-orang Farisi yang bertanya kepada Yesus, “Kapan Kerajaan Allah datang?” Padahal, Kerajaan Allah itu sudah ada di tengah-tengah mereka, yakni Yesus sendiri.
     Menyadari kehadiran Allah ternyata membutuhkan kepekaan dan kerendahan hati. Acapkali dalam hidup ini, kita terlalu banyak menuntut kehadiran dan penyertaan Allah. Kita ingin supaya Allah membimbing, menolong, dan mendampingi tugas dan karya kita. Padahal, sebenarnya Allah sudah dan selalu hadir dan berkarya bagi hidup kita di setiap harinya. Kasih-Nya melampaui apa yang kita pikirkan dan kemurahan-Nya melebihi dari apa yang kita minta. Hanya saja, kita kurang mampu menangkap itu semua, mungkin juga karena kita kurang mudah bersyukur dan terlalu banyak menuntut.
Kehadiran Allah memang patut kita lihat dalam kacamata iman. Ia tak hanya hadir di saat kita senang dan berhasil, melainkan juga di saat kita susah dan gagal. Hanya saja, seringkali kita seperti orang Farisi yang selalu bertanya-tanya akan kehadiran Allah. Padahal, Ia selalu hadir dan mendampingi kita. Tiada sedetik pun Ia meninggalkan kita. Maka dari itu, marilah kita sediakan ruang untuk menyadari kehadiran-Nya, menanggapi sapaan-Nya, dan merasakan rahmat kasih karunia-Nya. Berkah Dalem.

 

 

Doa Penutup
     Allah Bapa kami, kami bersyukur atas kehadiran-Mu yang tiada henti dalam hidup kami. Kami mohon, bantulah kami dengan rahmat-Mu agar kami mampu menyadari kehadiran-Mu dalam hidup kami sehari-hari. Melalui kesadaran itu, semoga kami pun dapat melihat bahwa sebenarnya segala kebaikan dalam hidup ini hanya berasal dari pada-Mu. Dan semoga kami dapat membagikan kebaikan-Mu itu kepada sesama kami. Amin.
(Fr. Patrik Diego A.A. – Tingkat I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Mrk 10:35-45 (Minggu Biasa Pekan XXIX-B)

"Misi: Mewartakan Injil Suci" Doa Pembuka Allah Bapa kami, kami bersyukur atas rahmat kehidupan yang Engkau berikan kepada kami. Pada hari Minggu Misi ke 92 ini,...

Renungan Sabda: Lukas 9:43b-45 | Sabtu, 28 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXV

Sumber Gambar:https://sangsabda.files.wordpress.com/2014/12/stations3-12.jpg Pemahaman akan Yesus oleh: Fr. Dominikus Setio HaryadiBacaan Injil hari ini mengisahkan Yesus yang sedang berbicara kepada para murid-Nya mengenai keadaan hidup-Nya yang akan...

Renungan Sabda: Lukas 8:16-18 | Senin, 23 September 2019 | Pw. S. Padre Pio, Imam

Sumber Gambar: https://shipleychristianstogether.org.uk/event/pray-for-shipley-may/ Terang bagi Sesama oleh: Fr. Benediktus Tri Widiatmaka   Hari ini Gereja memperingati Padre Pio. Hidup dan karyanya menjadi teladan baik yang mesti kita maknai...

Renungan Sabda: Matius 20:17-28 (Rabu Prapaskah II)

“Terlalu mudah Nyinyir”   Doa Pembuka Allah Bapa Sumber Belas Kasih, Engkau berbelas kasih kepada siapa saja yang memohon kemuurahan hati-Mu. Dan berkat kerahiman-Mu, bebaskanlah kami dari...

I Believe The Dream

Fire grows every bones. Butterfly in my hand, firework in my brain, Hold me, night. Tell me the way to catch the dream, I believe the dream.  Every lips...