Renungan Sabda: Luk 21:1-4 (Senin, 26 November 2018)

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.0.74″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

“Memberi Persembahan”

Doa Pembuka

Allah Bapa yang Mahamurah, Engkaulah yang memiliki segala sesuatu. Hidupku hanyalah untuk menjalankan seluruh kehendak-Mu. Maka, kami mohon rahmat agar dikuatkan dalam perjuangan mempersembahkan diri bagi Allah, sesama, dan alam semesta. Kemuliaan pada Bapa, Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang dan sepanjang masa. Amin.

 

Renungan

        Hari ini, Yesus bersabda tentang persembahan seorang janda miskin. Ketika merenungkan kisah ini, sering kali kita seakan menomor duakan orang kaya yang juga memberikan persembahan. Padahal, Yesus tidak berkata bahwa orang kaya itu tidak baik. Yesus berkata bahwa janda miskin itu memberi “lebih banyak” daripada semua orang kaya. Oleh karena itu, sesungguhnya orang kaya dan janda miskin itu tetap memasukan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Perbedaannya hanya pada motivasi yang muncul soal kelimpahan dan kekurangan.

     Berbicara soal kelimpahan dan kekurangan, tentu tidak ada ukuran yang pasti dan jelas. Yang jelas bagi kita adalah bahwa mereka semua tetap memasukan persembahan itu ke dalam peti persembahan. Yesus hari ini mengajak kita untuk merenungkan motivasi kita dalam memberi. Ketika dalam kelimpahan, motivasi yang hendaknya kita bangun ketika memasukan persembahan ke dalam peti persembahan adalah pengorbanan diri, dan ketika dalam kekurangan, motivasi yang dibangun adalah juga pengorbanan diri. Seluruh pengorbanan diri itu dilandasi dengan cinta kita pada Allah dan sesama.

   Yesus telah memberikan diri-Nya dalam kelimpahan cinta pada manusia di dalam peristiwa salib. Melalui sabda-Nya, Yesus mengajak kita semua agar mendasarkan motivasi kita untuk mengorbankan diri ketika memberikan persembahan. Mari kita bersama berjuang untuk semakin mampu memberikan diri dalam segala kesempatan, melalui kehadiran dan keterlibatan kita di tengah-tengah komunitas, gereja dan masyarakat.

 

 

Doa Penutup

Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur karena Engkau telah memberikan teladan pengurbanan diri. Murnikanlah kami untuk semakin mampu memiliki niat dan motivasi untuk memberikan diri pada-Mu, pada sesama, dan alam semesta di setiap waktu. Amin.

 

 

 

(Fr. Andreas Subekti, KAJ)

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Markus 10:13-16 (Sabtu Biasa Pekan VII)

Anak Kecil, Empunya Kerajaan AllahDoa Pembuka:     Allah Bapa Mahakasih, Engkau menciptakan segala sesuatu baik adanya. Ajarilah kami untuk menghargai dan meluhurkan segala ciptaan-Mu....

Renungan Sabda: Luk 5:1-11 | Kamis, 5 September 2019 – Hari Biasa, Pekan Biasa XXII

Sumber: thedailyapologist.com DIPANGGIL oleh Fr. Fransiskus Xaverius Dhany Setyawan Saudari-saudaraku yang dikasihi Tuhan,Bacaan Injil pada hari ini mengisahkan panggilan yang dialami oleh Simon Petrus bersama dengan teman-temannya....

Renungan Sabda: Yoh 3:13-17 | Sabtu, 14 September 2019 | Pesta Salib Suci

  Di Salib Ia Ditinggikan Dominikus Bagaskara     Beberapa waktu yang lalu, ‘jagat maya’ sempat dihebohkan oleh video ceramah mengenai salib. Isi video itu bagi saya...

Renungan Sabda: Lukas 17:20-25 (Kamis, 15 November 2018, Pekan Biasa XXXII)

“PEKA AKAN KEHADIRAN ALLAH”Doa Pembuka      Allah Bapa kami, karena berbagai beban dan kesibukan pekerjaan, acapkali mata dan hati kami tidak peka akan kehadiran-Mu....