Renungan Sabda: Mrk. 5:1-20 (Senin, 4 Februari 2019 Pekan Biasa IV)

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.0.74″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

“YANG TERUTAMA ADALAH KEMULIAAN ALLAH”

Doa Pembuka

Allah Bapa, Sumber Kedamaian, berkenanlah menunjukkan jalan. Tuntunlah kami dengan tanganMu. Berikanlah SabdaMu sebagai pedoman, sebab kami berniat mencari kedamaianMu. Demi Kristus, Tuhan kami.

Renungan

     

            Saya masih ingat dua tahun lalu, untuk membantu pembiayaan renovasi gereja, ada sebuah paroki yang berinisiatif untuk mengadakan ‘gerakan derma 2000’, yang intinya adalah setiap KK diberi celengan yang kemudian diisi dengan uang ‘recehan’ Rp. 2000 setiap hari, yang setelah periode tertentu, celengan tersebut dikumpulkan dan dihitung jumlanya. Atau di paroki tertentu, ada yang membuat gerakan serupa, tapi tujuannya adalah untuk membiayai pendidikan anak-anak yang kurang mampu. Ada yang berpikir bahwa, apakah dengan uang yang terkumpul, semua kebutuhan itu bisa terpenuhi, maksudnya pembangunan gereja akan selesai atau semua anak-anak bisa ‘tertutupi’ biaya pendidikannya? Saya kira, yang terpenting bukan pada jumlah angkanya tapi kalau renovasi membuat orang makin bersemangat ke gereja, atau kalau anak yang bisa bersekolah makin bersyukur atas kehidupan ini, maka tujuan sebenarnya adalah bahwa semakin banyak mensyukuri rahmat dan memuliakan nama Allah. Ya sesederhana itu.

 

           Injil hari ini mengkisahkan tentang Yesus yang mengusir roh jahat yang merasuki seseorang, dan untuk melakukan atau memindahkan roh jahat, yang mengaku sebagai Legion itu, 2000 ekor babi mati sia-sia, terjun dari tepi jurang dan masuk ke dalam danau. Orang yang berada di situ akan bertanya: kalau seorang jiwa disepadankan dengan 2000 ekor babi, dengan hitungan angka, apakah sudah sepadan? Ya, secara hitung-hitungan tentu tidak. Ya tidak sama sekali! Namun, Yesus sekali mengisyaratkan bahwa yang terpenting adalah kemuliaan Allah sendiri, meski untuk itu, diwartakan ‘hanya’ dengan keselamatan satu orang jiwa saja, diperbandingkan dengan 2000 ekor babi yang mati sia-sia. Kita sering berkecil hati karena tidak mampu membanggakan buah pelayanan yang kita lakukan dari segi hitung-hitungan secara kuantitas. Namun, Allah tidak pernah menuntut demikian. Allah hanya selalu ingin bahwa kita memuliakan namaNya dengan segala kesetiaan pada tugas yang dipercayakanNya kepada kita, meski terkadang ‘buah-buah’-nya sedemikian kecil dan sederhana. Namun, dari sanalah nama Allah dimuliakan.

 

Selamat pagi, selamat mengawali pekan dan melaksanakan tugas serta pelayanan hari ini demi kemuliaan Allah.  

Doa Penutup

Allah Bapa yang Maharahim, kami bersyukur atas sakramen cinta kasih yang telah kami terima. Mampukanlah kami untuk melihat dan mewartakan cinta kasihMu dalam hidup kami sehari-hari. Utuslah Roh KebijaksanaanMu untuk membimbing kami dalam peziarahan menuju kepadaMu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

 

(Dkn. Yoseph Didik Mardiyanto)

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 9 : 57-62 (Rabu Pekan XXVI-B)

"JALAN TUHAN" Doa Pembuka Allah sumber cinta kasih, kami bersyukur atas panggilan kini. Engkau perkenankan kami mengikuti jalan-Mu. Berkatilah kami dengan sabda-Mu, semoga tingkah laku kami...

Renungan Sabda: Matius 9:9-13 (Jumat Pekan XXIV-B)

Belajar Menilai secara Positif (Pesta St. Matius, Rasul dan Pengarang Injil) Doa Pembuka Allah Bapa yang penuh kasih, bukalah mata hati kami agar kami mampu melihat...

Renungan Sabda: Matius 3:1-12 | Minggu, 8 Desember 2019. | Hari Minggu Adven II

  TanggungjAWAB wEWENANG   Fr. FX. Dhany Setiawan"....Semakin menjadi pribadi yang mampu melaksanakan tanggung jawab sebaik-baiknya."    Saudari-saudara yang dikasihi Tuhan, waktu berjalan dengan begitu cepat...

Salus Edisi 67