Renungan Sabda: Markus 8:27-33 (Kamis Biasa Pekan VI)

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.19.14″][et_pb_row _builder_version=”3.19.14″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.19.14″][et_pb_accordion _builder_version=”3.19.14″][et_pb_accordion_item _builder_version=”3.19.14″ open=”on”]

Siapakah Yesus Bagiku?

Doa Pembuka :

Ya Bapa Mahakasih, kami bersyukur atas segala karunia-Mu dalam hidup kami melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus. Bantulah kami untuk dapat semakin mengenal dan mencintai-Nya secara mendalam. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.

 

Renungan :

    Bacaan injil hari ini menggambarkan atau mengisahkan pandangan para murid Yesus terkait pengenalan akan diri-Nya. Jawaban yang diberikan para murid berbeda-beda, ada yang mengatakan Yesus seperti Yohanes Pembabtis, Elia, dan seorang dari para nabi. Masih ada jawaban lagi dari Petrus terkait siapa Yesus itu. Petrus dengan tegas menjawab bahwa Yesus adalah Mesias.

     Mesias dalam arti ini adalah bahwa Yesus sebagai Putera Allah akan menyelamatkan manusia dengan cara sungguh luar biasa. Dalam hidup-Nya, Yesus harus menanggung banyak penderitaan, mengalami penolakan, lalu dibunuh dan kemudian bangkit pada hari ketiga. Yesus sangat tegas menyatakan hal tersebut. Namun, nampak-nampaknya, Petrus yang dengan lantang tadi mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias belumlah paham sepenuhnya. Ia ragu mengenai apakah yang dimaksud dengan Mesias yang sesungguhnya itu.

     Kita tentunya juga memiliki pandangan masing-masing tentang Yesus dalam hidup kita. Tak bisa kita tolak, Yesus itu memang sungguh-sungguh Mesias dalam hidup kita. Yesus sebagai Mesias adalah Yesus yang mau menderita sengsara demi menebus dan menyelamatkan kita. Kita sebagai pengikut-pengikut-Nya harus sungguh meyakini itu. Terkadang kita pun juga sama seperti Petrus yang ragu dan belum memahami Yesus secara mendalam. Maka dari itu, marilah kita mengimani  dan percaya bahwa Yesus adalah mesias, dengan  berani  untuk melaksanakan kehendak-Nya, secara khusus mau untuk menderita dalam hidup secara nyata. Pertanyaan untuk kita refleksikan bersama : siapakah Yesus bagiku? Apakah kita sudah mengikuti-Nya dan memahami-Nya dengan sungguh-sungguh?.

 

 

 

Doa penutup :

Allah Bapa Mahabaik, kami bersyukur atas sabda-Mu dalam hidup kami. Semoga, dalam keseharian hidup kami, kami semakin memahami dan mengenal Yesus, Putera-Mu dengan mau setia mengikuti-Nya dan berani untuk menderita dalam hidup ini. Dengan Pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

(Fr. Dominukus Setio Haryadi, Tingkat 2, K.Pwkt)

[/et_pb_accordion_item][et_pb_accordion_item title=”Your Title Goes Here” _builder_version=”3.19.14″ open=”off”]

Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

[/et_pb_accordion_item][/et_pb_accordion][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Srawung: Derap Langkah Deklarasi Millennials Lintas Agama

Minggu, 28 Oktober 2018       Jumpa Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda hari ketiga menjadi momen refleksi sejarah antar generasi. Bertepatan dengan 90 tahun...

Renungan Sabda: Lukas 5:33-39 | Jumat, 6 September 2019 – Hari Biasa, Pekan XXII

Sumber gambar ilustrasi: ftbconline.org HIDUP BERSAMA oleh Fr. Yohanes Dwi Andri Ristanto Communio Persekutuan atau communio adalah kesatuan dan persatuan lahir batin. Pertama-tama kesatuan lahir batin...

I Believe The Dream

Fire grows every bones. Butterfly in my hand, firework in my brain, Hold me, night. Tell me the way to catch the dream, I believe the dream.  Every lips...

Renungan Sabda: Luk 9:46-50 | Senin, 30 September 2019 | Pw S. Hieronimus

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi Ketulusan dalam pelayanan oleh: Fr. FX. FebriantoDalam bacaan Injil pada hari ini dikisahkan bahwa para murid bertengkar tentang siapa yang terbesar di...

Renungan Sabda: Markus 9:38-40 (Rabu Biasa Pekan VII)

Sederhana menuju sukacitaDoa Pembuka     Allah Bapa Yang Maha Bijaksana, Engkau telah meneguhkan kami melalui kebijaksanaan-Mu yang tidak terselami. Kami mohon, ajarilah kami untuk...