Renungan Sabda: 1 Ptr 5:1-4; Mat 16:13-19 (Jumat Biasa Pekan VI)

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text _builder_version=”3.0.74″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

MELAYANI DENGAN DOA

Doa Pembuka

Allah Bapa mahakasih, kembali kami mengucapkan syukur pada-Mu karena cinta yang begitu besar kepada kami. Kemi bersyukur karena kami boleh menikmati dunia yang Engkau ciptakan. Semoga pada Pesta Takhta Santo Petrus, kami boleh ikut serta dalam menyebarkan kasih-Mu. Doa ini kami panjatkan kepada-Mu demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Renungan

Pada hari ini Gereja semesta merayakan Pesta Takhta Santo Petrus. Apakah yang dimaksudkan dengan pesta tersebut? pertama-tama kita harus mengerti apa itu arti takhta. Arti kata tahkta yang kita pahami adalah berkuasa seperti raja, bisa kita artikan sebagai kuasa Santo Petrus akan suatu hal. Hal ini nampaknya keliru karena yang berkuasa hanya Allah sendirilah. Bacaan pertama yang Surat Rasul Petrus yang pertama menyebutkan bahwa:

“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Hal ini menunjuk kepada pelayanan. Pelayanan yang seperti apa yang diharapkan oleh Allah kepada kita manusia yang lemah ini? Pelayanan yang secara totalitas dan tidak mengenal pamrih, itulah yang diharapkan oleh Allah. Misalnya saja, aku adalah seorang pelajar sekolah lalu yang bisa aku lakukan adalah membantu teman yang kesulitan dalam hal pelajaran tertentu maka tugasku adalah membantu dalam hal belajar bukannya bekerja sama dalam ujian. Lalu aku adalah seorang ibu rumah tangga yang bisa aku lakukan adalah setiap pagi menyiap sarapan untuk anak yang akan berangkat ke sekolah. Itu adalah contoh yang bisa kita lakukan dalam kegiatan sehari-hari dan masih ada banyak lagi contoh dalam pelayanan. dalam melayani haruslah dengan tersenyum karena itu menandakan diri ini ikhlas dalam melayani. Selain itu, dalam melayani ternyata ada orang yang berani memberikan dirinya sebagai seorang pelayan Gereja yaitu rama paroki. Rama paroki yang menjadi gembala terdekat adalah suatu gambaran yang kongkret dari Santo Petrus karena pada bacaan Injil disebutkan bahwa “di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku”, ini mau menujukkan kita atau orang-orang yang berkumpul dari suatu wilayah tertentu adalah Gereja dan pengganti Santo Petrus adalah Rama paroki. Maka dari itu, pada hari ini berdoalah supaya seluruh rama dapat melayani dengan baik. Tak lupa juga, berdoalah untuk Paus Fransiskus karena dia adalah pengganti Santo Petrus yang sah.

Doa Penutup

Ya Allah Bapa kami bersyukur karena kami boleh merenungkan mengenai tahta santo Petrus. Tak lupa kami berdoa juga bagi para gembala kami yakni bagi paus Fransiskus dan seluruh rama seoga mereka selalu diberi kesehatan dan juga berkatilah mereka semua sehingga umat-Mu semua dapat tersapa oleh para gembala. Ini semua kami mohon demi Kristus pengantara kami.
Amin. 

 

(Fr. Robertus Dani Putra Setiawan, Tk. II, Keuskupan Purwokerto)

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk. 6:6-11 (Senin Pekan XXIII)

KASIH LEBIH UTAMA DARI SEKEDAR PERATURAN-PERATURAN Doa Pembuka Allah Bapa, Sumber Kedamaian, berkenanlah menunjukkan jalan. Tuntunlah kami dengan tanganMu. Berikanlah SabdaMu sebagai pedoman, sebab kami berniat...

Renungan Sabda: Lukas 6: 17.20-26 (Minggu Biasa Pekan VI)

“Semua sama di mata Tuhan”Doa Pembuka           Allah yang Mahamurah, Putra-Mu bersabda “"Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah”, kiranya ya...

Renungan Sabda: Matius 6:1-6,16-18 (Rabu Abu)

Tahu dan Mesin Ketik       Pernahkah anda makan tahu? Saya yakin kita semua pernah makan tahu dengan berbagai macam varian, entah bacem, semur, goreng...

Renungan Sabda: Luk 11:15-26 (Jumat Pekan XXVII-B)

"Daya dari Tuhan" Doa Pembuka Tuhan Yesus Mahacinta, KasihMu begitu melimpah atas diri kami. KasihMu pulalah yang memampukan kami memiliki kuasa untuk menumpas dosa. Bantulah kami...

Lomba Kerakyatan 17-an

    Seminari Tinggi mengadakan lomba kerakyatan pada hari Senin-Selasa 11-14 Agustus 2018. Lomba ini bertujuan untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia ke-73 tahun sekaligus...