Renungan Sabda: Markus 9:41-50 (Kamis Biasa Pekan VII)

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.19.14″][et_pb_row _builder_version=”3.19.14″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.19.14″][et_pb_accordion _builder_version=”3.19.14″][et_pb_accordion_item _builder_version=”3.19.14″ open=”on” inline_fonts=”Allan”]

Tanggung jawab akan perutusan

Doa Pembuka

    Ya Tuhan yang maha pengasih, kami bersyukur sebab dengan kasih Mu kami selalu berada dalam jalan kebenaran dan selalu Engkau jauhkan dari segala dosa. Kami mohon semoga Engkau selalu beserta kami sehingga kami berani untuk melawan segala dosa. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatukan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Renungan

    Jadwal yang padat, terkadang membuat kita harus menghela nafas panjang sesaat sebelum menjalani hari. Tidak dapat dipungkiri terkadang jadwal tersebut akan bertabrakan dengan keinginan duniawi kita yang bersifat hura-hura dan tidak produktif. Dalam jadwal yang dibuat terkadang terdapat hal-hal kecil yang dapat ditunda dan terkesan tidaak begitu penting untuk hari itu. Namun, penundaan demi penundaan akan menghasilkan setumpuk pekerjaan yang pada akhirnya akan menuntut untuk diselesaikan. Pada akhirnya pekerjaan itu memang selesai tetapi akan terlihat kurang memuaskan jika penuh dengan kekurangan di sana-sini dan terlihat kurang maksimal.  

    Hari ini kita diajak untuk terus terarah kepada Tuhan, terutama dalam menjalani hidup, tugas dan perutusan kita. Dalam hidup akan sangat jarang kita bertemu dengan orang yang mengatakan bahwa hidupnya sempurna. Dalam hidup pastilah akan ada kekurangan terutama dalam relasi kita dengan Tuhan, sesama dan juga diri sendiri. Dosa itu muncul dari kekurangan diri yang sudah dimaklumi oleh diri sendiri dan juga oleh rasa egois dari dalam diri. Karena telah dimaklumi kita pun tidak peduli lagi, padahal kita tahu hal apa yang seharusnya dilakukan dan itu jelas lebih baik. Pertobatan untuk lebih terarah kepada Tuhan itu tidak perlu ditunda-tunda karena rasa peduli Tuhan kepada kita juga tidak pernah ditunda. Marilah kita terarah kepada Tuhan dengan tidak menunda pertobatan dan yang berarti kita peduli terhadap keselamatan kita seperti halnya Tuhan peduli kepada kita.

Doa Penutup

   Ya Bapa kami bersyukur kepada Mu karena besarnya kepedulian Mu kepada kami. Kami mohon, semoga kami dapat berjuang untuk tidak menunda-nunda pertobatan kami sehingga kami terus terarah kepada Mu. Kami percaya dengan terarah kepada Mu kami dapat semakin merasakan betapa besar kasih Mu kepada kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatukan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin

(Fr. Konstantinus Aji Kurniardi, Tingkat 2, K.Pwkt)

[/et_pb_accordion_item][et_pb_accordion_item title=”Your Title Goes Here” _builder_version=”3.19.14″ open=”off”]

Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

[/et_pb_accordion_item][/et_pb_accordion][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

I Believe The Dream

Fire grows every bones. Butterfly in my hand, firework in my brain, Hold me, night. Tell me the way to catch the dream, I believe the dream.  Every lips...

Renungan Sabda: Markus 16:15-20 | Selasa, 03 Desember 2019 | Pesta St. Fransiskus Xaverius

Sumber Gambar: https://genjus.files.wordpress.com/2008/03/fx.gifMewarta Karena Dicinta Oleh: Fr. Yonas Bastian Ada seorang murid yang baik yang telah lama berguru pada seorang guru yang baik pula. Setiap hari murid...

Renungan Sabda: Lukas 6:27-38 | Kamis 12 September 2019 – Hari Minggu Biasa XXIV

  Siapa identitas orang Katolik? Fr. Bonaventura Dwi Putra   Ada pepatah yang mengatakan bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Masyarakat Indonesia kerap kali merunut atau menghubungkan...

Cerdas-Cermat BKSN ala Frater

          Jika kita diminta untuk mengikuti lomba Cerdas-Cermat, barangkali kita merasa perlu menyiapkannya secara serius dan tidak dapat dadakan karena dibutuhkan...