Beranda Renungan Sabda Renungan Sabda: Matius 6:7-15 (Selasa Prapaskah I)

Renungan Sabda: Matius 6:7-15 (Selasa Prapaskah I)

0
Renungan Sabda: Matius 6:7-15 (Selasa Prapaskah I)
Doc. Pribadi

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.19.14″][et_pb_row _builder_version=”3.19.14″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.19.14″][et_pb_accordion _builder_version=”3.19.14″][et_pb_accordion_item open=”on” _builder_version=”3.19.14″ title_text_shadow_horizontal_length=”0em” title_text_shadow_vertical_length=”0em” title_text_shadow_blur_strength=”0em” body_text_shadow_horizontal_length=”0em” body_text_shadow_vertical_length=”0em” body_text_shadow_blur_strength=”0em”]

Ampunilah Kesalahan Kami, Seperti Kami Mengampuni

 

 

Doa Pembuka

Allah Bapa yang Mahakasih, ajarilah kami berdoa, sebagaimana yang Putera-Mu Yesus Kristus ajarkan kepada kami. Melalui-Nya kami dapat menyebut-Mu sebagai Bapa. Oleh karena itu layakkanlah hati kami agar pantas menjadi putra dan puteri-Mu yang dekat dengan Engkau dalam doa-doa kami dan dalam tingkah laku kami. Amin

 

 

Renungan

Berdoa bagi orang yang telah menolong kita adalah hal yang mudah. Tetapi berdoa bagi orang yang menolak kita ataupun membenci adalah perkara yang sulit. Saya pernah merasakan hal yang demikian. Tiga tahun yang lalu saya mendapatkan perutusan peregrinasi (ziarah) dalam rangka pembinaan di Tahun Orientasi Rohani St. Agustinus Tegal. Saya bersama satu teman harus berjalan selama 8 hari dengan jarak tempuh 260 km. Kami berjalan tanpa bekal apapun, oleh karena itu makan dan minum harus meminta kepada orang lain. Pesan dari Rm. Rektor adalah doakan semua orang yang memberi ataupun menolak kamu, entah dalam situasi apapun. Hari pertama peregrinasi, kami ditolak meminta makan sebanyak 7 kali. Perjuangan kami yang ke 8 akhirnya berhasil, kami gembira karena ada orang baik yang membantu kami. Tetapi bagaimanapun juga kami harus mendoakan juga orang-orang yang menolak kami, ternyata bukan perkara mudah.

 

Hari ini Yesus mengajarkan doa yang singkat dan sederhana atau dapat dikatakan sithik tur menthes. Doa Bapa Kami menjadi doa syukur dan permohonan. Salah satu bagian menyebutkan “ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.” Pengalaman peregrinasi menyadarkan saya akan pentingnya mengampuni. Hal inilah yang ditunjukkan Yesus kepada kita semua, bahwa doa bukan perkara kata, namun juga tindakan. Semoga dalam masa Pra-Paskah ini, kita semua dapat mengampuni sesama, terlebih dengan mendoakan dan membantu mereka.

 

 

 

Doa Penutup

Ya Bapa, semoga hari demi hari kami semakin dekat dengan Engaku. Berikanlah kepada kami hati yang tulus dalam mendoakan sesama kami, sehingga hari demi hari nama-Mu dimuliakan di seluruh Bumi. Hingga akhir-Nya Engkau memberi kedamaian dan berkat bagi kami.

 

(Fr. Yulius Gery Pintoko, Tingkat 3, K.Pwkt)

[/et_pb_accordion_item][et_pb_accordion_item title=”Your Title Goes Here” open=”off” _builder_version=”3.19.14″ title_text_shadow_horizontal_length=”0em” title_text_shadow_vertical_length=”0em” title_text_shadow_blur_strength=”0em” body_text_shadow_horizontal_length=”0em” body_text_shadow_vertical_length=”0em” body_text_shadow_blur_strength=”0em”]

Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

[/et_pb_accordion_item][/et_pb_accordion][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Switch Language >>