Renungan Sabda: Matius 7:7-12 (Rabu Prapaskah I)

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.19.14″][et_pb_row _builder_version=”3.19.14″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.19.14″][et_pb_accordion _builder_version=”3.19.14″][et_pb_accordion_item _builder_version=”3.19.14″ open=”on”]

Meminta

Doa Pembuka:

Tuhan yang penuh belaskasih, kami bersyukur atas kasih-Mu yang begitu melimpah bagi kami. Semoga kasih-Mu mendorong kami untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah Sang Pemberi Kehidupan. Bantulah kami mengalahkan kebebalan hati kami, agar kami memiliki kerendahan hati untuk selalu mengandalkan Engkau. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

 

 

 

 

Renungan:

Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mat 7:7) Meminta adalah hal yang mudah. Hal itu menjadi sebaliknya bagi sebagian orang yang merasa itu tidak perlu dan selalu berkecukupan. Tapi tidakkah kita sadar, bahwa dalam hidup ini ada saat di mana kita harus meminta, dan sebaliknya, memberi?

 

Ada beberapa tipe orang yang meminta. Pertama adalah orang yang malu atau enggan meminta. Bisa jadi hal semacam ini dikarenakan si peminta merasa gengsi, putus asa karena sering meminta tetapi tidak terkabul, atau bahkan tidak tahu cara meminta. Tipe kedua adalah orang yang dengan rendah hati mau meminta. Orang yang demikian ini secara tulus meminta sesuai apa yang ia butuhkan, dan kebanyakan dari mereka akan merasa mudah memahami jika permintaan mereka tidak kunjung terkabul. Tipe yang ketiga adalah pemaksa dan marah jika tidak terkabul permintaannya. Kita masuk tipe yang mana?

Allah menghendaki kita meminta kepada-Nya. Ia menghendaki agar kita meminta kepada-Nya dan hendaklah kita meminta dengan rendah hati, termasuk untuk menerima jika permintaan itu tidak terkabul sesuai dengan apa yang diminta. Ingat, Tuhan tahu yang baik bagi kita yang MAU MEMINTA kepada-Nya. Mungkin kita berpikir: tanpa berkata pun sebenarnya Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Hanya saja, Ia ingin kita meminta pada-Nya agar relasi kita makin dekat dengan-Nya. Ia menghendaki inisiatif kita. Maka, mari berani meminta dan berani menerima apa Tuhan berikan pada kita. Dengan senantiasa bersyukur atas apa yang kita terima dari Tuhan, kita telah menghimpun keberanian untuk selalu meminta HANYA kepada-Nya.

 

 

 

 

Doa Penutup:

Tuhan yang penuh belaskasih, semoga sabda-Mu hari ini semakin meneguhkan kami untuk makin mendekatkan diri pada-Mu, terlebih di masa Prapaska ini. Tuntunlah kami agar kami semakin terpaut pada-Mu, dan mampukanlah kami untuk senantiasa berani meminta hanya kepada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara Kami.

(Fr. Yonas Bastian, Tingkat 3, K.Pwkt)

[/et_pb_accordion_item][et_pb_accordion_item title=”Your Title Goes Here” _builder_version=”3.19.14″ open=”off”]

Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

[/et_pb_accordion_item][/et_pb_accordion][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 4: 31-37 (Selasa Pekan XXII-B)

Doa Pembuka Ya Allah,  Engkau memperhatikan aku dengan penuh keramahan. Engkau melihat taman hatiku yang subur, dan Engkau menabur sabda-Mu dengan harapan menghasilkan buah melimpah....

Renungan Sabda: Markus 8:14-21 (Selasa Biasa Pekan VI)

“Sadar akan situasi”     Doa Pembuka      Allah Bapa Sumber segala Kekuatan, Engkau telah menyelamatkan kami dengan kekuatan-Mu yang tak terhingga. Kuatkanlah dan bantulah kami yang...

Renungan Sabda: Yoh 3:13-17 | Sabtu, 14 September 2019 | Pesta Salib Suci

  Di Salib Ia Ditinggikan Dominikus Bagaskara     Beberapa waktu yang lalu, ‘jagat maya’ sempat dihebohkan oleh video ceramah mengenai salib. Isi video itu bagi saya...

Renungan Sabda: Kol 3:1-11; Luk 6:20-26 | Rabu, 11 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXIII

  Kebahagiaan Kita adalah Iman akan Allah yang Penuh Kasih oleh: Fr. Benedictus Adiatma Murti WibowoTujuan hidup manusia yang paling utama ialah mencapai atau merasakan kebahagiaan....

GEREJA

GEREJA ----------   Kala senja mengakhiri pengharapan, Rembulan datang memberi kekuatan. Kala bumi aktif sendiri, Rembulan setia menyinari.  Bumi berputar tanpa disadari. Begitu pula jantung tak akan berhenti. Meski engkau seenak hati, Dia tetap...