Renungan Sabda: Matius 5: 43-48 (Selasa Biasa Pekan X)

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.21″][et_pb_row _builder_version=”3.21″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.21″][et_pb_accordion _builder_version=”3.21″][et_pb_accordion_item open=”on” _builder_version=”3.21″ title_text_shadow_horizontal_length=”0em” title_text_shadow_vertical_length=”0em” title_text_shadow_blur_strength=”0em” body_text_shadow_horizontal_length=”0em” body_text_shadow_vertical_length=”0em” body_text_shadow_blur_strength=”0em” inline_fonts=”Georgia”]

“Kasihilah musuhmu”

   Hari ini Tuhan Yesus berkotbah di bukit dan berkata: “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.“ “Kasihilah musuhmu” adalah kata-kata singkat yang sarat dengan hikmat. Cinta dalam bahasa Yunani mempunyai empat (4) jenis. Pertama, Storge berarti kasih mesra dari orang tua kepada anaknya dan sebaliknya. Kedua, Eros artinya kasih asmara antara pria dan wanita yang mengandung nafsu birahi.  Ketiga, Philia berarti kasih sayang yang sejati antar sahabat dekat. Biasanya kasih ini tidak mempunyai hubungan darah. Kasih ini lebih kepada persahabatan. Keempat,  Agape adalah kasih yang menginginkan kebaikan untuk orang yang dicintainya. Kasih Agape adalah kasih yang tanpa perhitungan dan tanpa peduli orang macam apa yang dikasihinya. Kasih Agape adalah kasih yang diminta Kristus: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.“  Apabila Tuhan memberikan perintah itu berarti Tuhan tahu pasti dan percaya bahwa kita sebagai manusia sanggup memberikan kasih agape kepada sesama kita, dan bahkan kepada musuh kita. Apakah kita percaya dengan anugerah kasih Allah ini atau kita justru meragukannya? “Kasih adalah satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah seorang musuh menjadi seorang sahabat.”

 

   Dasar tindakan kasih agape. Mengapa Tuhan Yesus meminta kita, bahkan menuntut kepada kita suatu bentuk kasih yang radikal? Karena itulah cara Allah mencintai setiap putra dan putri-Nya, tanpa mempertimbangkan apakah mereka baik atau jahat. “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak  Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” Kasih-Nya tidak berdasarkan minat pribadi. Dia terus mengasihi dan mencurahkan kasih-Nya bahkan ketika manusia tidak menanggapi kasih-Nya dengan kasih kembali. Mengapa Tuhan Yesus bersikeras untuk mencintai manusia?“ Karena itulah cara Bapa mencintai manusia secara sempurna, sehingga Ia berkata: “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

   Tuhan Yesus memanggil kita untuk ikut serta mewujudkan cita-cita luhur dan menantang, serta mampu mengubah hidup ini. Sukacita apa yang bisa lebih besar selain daripada menjadi putra dan putri sejati Bapa surgawi kita? Masih ingat kata-kata santo Agustinus yang kemarin kita renungkan?

 

“Cintailah semua orang, bahkan musuhmu; cintailah mereka, bukan karena mereka adalah saudaramu, tetapi agar mereka dapat menjadi saudaramu. Dengan demikian Anda akan dibakar dengan cinta persaudaraan, baik bagi dia yang sudah menjadi saudara Anda dan musuh Anda, sehingga ia dapat dengan penuh kasih menjadi saudara Anda. Bahkan dia yang belum percaya kepada Kristus.Cintailah dia dengan cinta persaudaraan. Dia belum menjadi saudaramu, tetapi justru dengan mencintainya dia menjadi saudaramu.”

(Romo M. Djoko Setyo Prakosa, Pr)

[/et_pb_accordion_item][et_pb_accordion_item title=”Your Title Goes Here” open=”off” _builder_version=”3.21″ title_text_shadow_horizontal_length=”0em” title_text_shadow_vertical_length=”0em” title_text_shadow_blur_strength=”0em” body_text_shadow_horizontal_length=”0em” body_text_shadow_vertical_length=”0em” body_text_shadow_blur_strength=”0em”]

Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

[/et_pb_accordion_item][/et_pb_accordion][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 4: 31-37 (Selasa Pekan XXII-B)

Doa Pembuka Ya Allah,  Engkau memperhatikan aku dengan penuh keramahan. Engkau melihat taman hatiku yang subur, dan Engkau menabur sabda-Mu dengan harapan menghasilkan buah melimpah....

Renungan Sabda: Lukas 7,31-35 | Rabu, 18 September 2019 | Hari Biasa

 Sumber Gambar: https://alert-it.co.uk/wp-content/uploads/2014/12/Lend-a-HAND-450x300.jpg Menerima Apa Adanya oleh: Fr. Gandhi Raka“Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”Suatu hari, saya melewatkan waktu di sebuah kantin...

Renungan Sabda: Matius 9:9-13 | Sabtu, 21 September 2019 | Pesta S. Matius, Rasul dan Penulis Injil

Sumber Gambar: https://www.istockphoto.com/photo/woman-opening-door-gm820556842-132605091 Keluar dari Kebiasaan oleh: Fr. SaptonoIbu, bapak dan saudara-saudari terkasih berkah Dalem? Hari ini kita merayakan pesta Santo Matius Rasul dan Penulis...

Renungan Sabda: Luk 11:37-41 (Selasa Pekan XXVIII-B)

"Teguran Kasih" Doa Pembuka Allah Sumber Iman Sejati, kami mohon kepada-Mu, tuntunlah kami selalu pada iman yang benar yakni pada Kristus Putera-Mu. Sehingga kami pun dapat...

Renungan Sabda: Luk 17:5-10 | Minggu, 6 Oktober 2019 |Hari Minggu Pekan XXVII

https://www.merdeka.com/gaya/4-cara-ampuh-untuk-mengatasi-rasa-gelisah.htmlLetakkan dan Percayalah Fr. M. Victor Drajad S“Sekiranya kamu memiliki iman sebesar biji sesawi...”     Saat ini hidup kita terlalu banyak diliputi rasa kekawatiran. Sebut...