Renungan Sabda : 1Tes. 4:13-17a; Luk. 4:16-30 | Senin, 2 September 2019 – Minggu Biasa XXII

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”||||||||” header_2_text_color=”#651906″ header_2_font_size=”27px” header_3_font=”||||||||” header_4_font=”||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” custom_margin=”||0px”]
Sumber gambar ilustrasi: gri.or.id

Terbuka akan Kehadiran Yesus

oleh: Fr. Nugroho Susanto_bns

Kedatangan Yesus ke Nasaret membawa warta kabar gembira dan keselamatan. Ajaran-Nya menciptakan rasa takjub, sehingga orang tertarik untuk mendengarkan-Nya. Namun situasi berubah ketika orang-orang mulai membicarakan asal-usul Yesus. Mereka mulai mempertanyakan kredibilitas-Nya, sampai pada akhirnya bertindak mengusir Yesus karena peristiwa dari masa lalu yang ucapkan-Nya.

Saudara-saudari yang terkasih, mungkin kita pernah bersikap seperti orang Nasaret. Kita menolak atau mengesampingkan seorang pribadi lain hanya karena latar belakang yang lebih rendah menurut pandangan kita. Dalam kesempatan lain, mungkin kita juga pernah dengan cepat merasa tersinggung, jengkel, marah, bahkan dendam, ketika ada seseorang yang menegur atau mengoreksi kesalahan yang kita perbuat. Dalam kehidupan ini, Ia menyapa kita dengan cara yang unik, melalui orang-orang sekitar kita, melalui peristiwa dan juga pengalaman kehidupan lainnya. Pertanyaan yang dapat membantu permenungan kita, bagaimana kita menyadari dan menanggapi kehadiran-Nya?

Dalam hidup ini, tidak jarang kita menolak kehadiran Yesus dan juga kehendakNya, hati kita lebih memilih tindakan-tindakan atau keputusan yang terkadang hanya memenuhi keinginan perasaan kita (bukan demi baiknya, tetapi demi nyamannya kita). Pengurbanan Yesus melalui Salib menjadi jalan yang dipilih-Nya untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Mari kita semakin peka terhadap kehadiran Tuhan yang menyapa kita dalam kehidupan ini, jangan sampai kita menjadi pribadi yang mudah mengabaikan TUhan dan mudah jatuh dalam dosa. Semoga kedekatan kita dengan TUhan memampukan kita untuk mengerti apa yang menjadi kehendakNya dalam hidup. Bersama Dia, kita dimampukan untuk menghindari kecenderungan kita untuk jatuh dalam dosa, dan mampu melangkah bersama, seturut dengan kehendak-Nya. Berkah Dalem.

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

STRONGER

The flag that burn our brain. A freedom that bring a promise, Red and white that symbolized a true effort, Red and white that bring a hero...

Renungan Sabda: Lukas 15:1-10 | Kamis, 07 November 2019 | Hari Biasa Pekan XXXI

  Ikutilah Yesus Fr. Hilarius Panji Setiawan"Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. (Luk. 15:10)"   ...

Renungan Sabda: Markus 9:38-43,45,47-48 (Minggu Pekan XXVI)

" Hati Terbuka dan Berpikir Positif " Doa Pembuka Allah Bapa sumber cinta kasih, kami mengucap syukur kepada-Mu atas segala berkat dan dan anugerah yang telah...

Renungan Sabda: Luk. 7:36-50 (Kamis Pekan XXIV-B)

“Melawan Stigma” Doa Pembuka Allah Bapa Yang Maharahim, bukalah hati kami untuk mampu mencintai orang-orang di sekitarku. Ajarilah aku untuk memberi hati dan menyapa mereka yang...

Dirgahayu 50th! Rumah Pejuang Mimpi

         Berbicara mimpi, tidak berhenti hanya di imajinasi. Mimpi bersambung dengan visi, misi, strategi dan aksi untuk meraihnya. Begitu pula yang...