Renungan Sabda: Lukas 5:33-39 | Jumat, 6 September 2019 – Hari Biasa, Pekan XXII

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”||||||||” header_2_text_color=”#651906″ header_2_font_size=”27px” header_3_font=”||||||||” header_4_font=”||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” custom_margin=”||0px”]

Sumber gambar ilustrasi: ftbconline.org

HIDUP BERSAMA

oleh Fr. Yohanes Dwi Andri Ristanto

Communio

Persekutuan atau communio adalah kesatuan dan persatuan lahir batin. Pertama-tama kesatuan lahir batin ini mengacu kepada persatuan antara Allah dan manusia dan antara manusia yang beriman dengan jemaat. Gereja Katolik sangat menekankan pentingnya sebuah persekutuan dalam membina iman kristiani. Nah, pada Injil hari ini diungkapkan bahwa “Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa”. Perikop tersebut menunjukkan bahwa aspek persekutuan atau communio sangat ditekankan oleh Yesus kepada para murid. Dari sini kita ketahui juga bahwa membina persekutuan dengan Yesus akan menghasilkan sukacita. Sedangkan jika kita tidak menjalin persekutuan dengan Yesus akan menghadirkan dukacita atau dalam perikop tersebut diistilahkan dengan kata “puasa”.

 

Man of Community

Buah refleksi dari merenungkan Sabda Tuhan hari ini ialah menjadi Man of Community. Ungkapan tersebut mengajak kita untuk mampu membangun persekutuan di dalam komunitas. Di tengah zaman yang dipenuhi dengan hoaks, budaya kebencian, individualisme, dan perkembangan teknologi maka kita perlu menghadirkan arti persekutuan yang didasari cinta kasih Kristus. Salah satu indikator kita sudah menjadi Man of Community ialah kehadiran kita melahirkan sukacita, sebagaimana Kristus yang memberikan sukacita di tengah para murid. Namun, jikalau kehadiran kita di komunitas atau di mana pun kita berada malah menjadi rerasanan, batu sandungan dan sumber konflik maka  sebenarnya kita bukannya membangun persatuan melainkan sebagai sumber perpecahan. Jangan sampai kehadiran kita seperti yang diungkapkan dalam injil yakni “Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju baru untuk menambalkannya pada baju yang tua” Perikop tersebut menunjukkan bahwa kehadiran kita jangan sampai seperti baju tua yang justru merusakkan baju baru, atau dengan kata lain kehadiran kita harus menjadi baju baru yang siap dipakai untuk melayani komunitas dan sesama.[]

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 7 : 31-35 (Rabu Pekan XXIV-B)

"Thanks God, You Are The Reason"   Doa Pembuka Ya Allah Bapa Maha Pengasih, anugerahkanlah kepada kami karunia cinta kasih-Mu yang tiada batasnya bagi hidup kami. Ajarilah...

Renungan Sabda: Luk 11:29-32 (Senin Pekan XXVIII-B)

"Tanda Kehadiran Tuhan" Doa Pembuka Allah pengasih dan penyayang, Engkaulah sumber keselamatan bagi kami. Kami mengucap syukur atas setiap sapaan dari padaMu yang boleh kami rasakan...

Renungan Sabda: Luk 5:1-11 | Kamis, 5 September 2019 – Hari Biasa, Pekan Biasa XXII

Sumber: thedailyapologist.com DIPANGGIL oleh Fr. Fransiskus Xaverius Dhany Setyawan Saudari-saudaraku yang dikasihi Tuhan,Bacaan Injil pada hari ini mengisahkan panggilan yang dialami oleh Simon Petrus bersama dengan teman-temannya....

Renungan Sabda: Kol 3:1-11; Luk 6:20-26 | Rabu, 11 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXIII

  Kebahagiaan Kita adalah Iman akan Allah yang Penuh Kasih oleh: Fr. Benedictus Adiatma Murti WibowoTujuan hidup manusia yang paling utama ialah mencapai atau merasakan kebahagiaan....

Renungan Sabda: Matius 6:1-6,16-18 (Rabu Abu)

Tahu dan Mesin Ketik       Pernahkah anda makan tahu? Saya yakin kita semua pernah makan tahu dengan berbagai macam varian, entah bacem, semur, goreng...