Renungan Sabda: Kol 1:24-2:3 dan Luk 6:6-11 | Senin, 09 September 2019 | Hari Minggu Biasa XXII

0
317
https://unsplash.com/photos/7lryofJ0H9s

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”||||||||” header_2_text_color=”#651906″ header_2_font_size=”27px” header_3_font=”||||||||” header_4_font=”||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” custom_margin=”||0px”]

Sumber: https://unsplash.com/photos/7lryofJ0H9s

Perjuangan dan Anggapan Mereka

Fr. Bartholomeus Alfa Amorrista

 

“Itulah yang kuusahakan dan kuperjuangkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat dalam diriku.”

Kol 1:24-2:3

 

Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose dan Injil Lukas merupakan paduan bacaan yang bisa kita refleksikan secara mendalam. Dua bacaan ini kurang lebih memiliki bahasan yang sama yakni sebuah usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan satu tujuan. Bila diminta untuk merefleksikan kedua bacaan menarik ini, saya mencoba memberi judul permenungan saya dengan “Perjuangan dan Komentar Mereka”.

Di dalam dinamika hidup ini, kita pernah menemukan bahwa setiap usaha yang kita lakukan selalu menemui tanggapan dari orang lain. Perbedaan pandangan dan idealismelah yang selalu mempertemukan kita dengan pro dan kontra. Suatu kali, di dalam rapat, kita menyampaikan gagasan yang sekiranya membantu namun belum disetujui secara penuh oleh seluruh anggota rapat. Gagasan tersebut mungkin kita yakini menjadi ide yang baik, namun bagi orang lain, belum tentu baik adanya. Mendapati hal semacam ini, apa yang langsung muncul dalam benak kita? marah? atau menerima bahwa pendapat kita belum disetujui dalam rapat tersebut?

Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose menjadi jembatan untuk melihat kembali usaha kita selama ini. Paulus menyampaikan bahwa ia bersyukur bahwa ia pernah menderita bagi jemaat lainnya. Di tengah perjuangannya mewartakan Kristus yang bangkit, ia kerap menerima penderitaan dan tidak hangatnya sambutan orang. Banyaknya orang yang memusuhi tidak pernah membuatnya goyah dan takut untuk mewartakan kabar sukacita Yesus Kristus. Di dalam injil Lukas, Yesus pun diuji luar biasa oleh orang-orang Farisi yang terus-terusan mencari celah untuk menemukan suatu kesalahan dalam dirinya. Namun, apakah Yesus berhenti mewartakan Kerajaan Allah ketika banyak orang berkomentar miring tentangnya? Jawabannya TIDAK.

Lalu, apa langkah konkret yang bisa kita buat untuk menjawab tantangan di atas? Marilah kita tetap melakukan yang terbaik bagi karya yang kita buat. Komentar mereka pasti ada, namun jangan sampai tanggapan-tanggapan tersebut membuat kita menyerah dan tidak lagi berkarya. Percayalah bahwa Tuhan selalu memberikan jalan bagi kita untuk melakukan yang terbaik.[]

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini