Renungan Sabda: Kol 3:1-11; Luk 6:20-26 | Rabu, 11 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXIII

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 

Kebahagiaan Kita
adalah Iman akan Allah yang Penuh Kasih

oleh: Fr. Benedictus Adiatma Murti Wibowo

Tujuan hidup manusia yang paling utama ialah mencapai atau merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan suatu hal yang senantiasa ingin diraih oleh setiap manusia. Nah, Dalam Injil hari ini dikatakan bahwa Yesus memandang murid-murd-Nya lalu berkata, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah…”. Yesus berkata demikian bukan berarti bahwa untuk masuk Kerajaan Allah harus menjadi miskin, melarat, kelaparan, dsb. Namun, untuk masuk Kerajaan Allah  yang terpenting adalah Iman akan Allah itu sendiri. Sebab melalui Iman itu, kita dimampukan memenuhi hasrat manusia yang sebenarnya yakni kebahagiaan.

Terkadang atau sering kali sebagai manusia kita sering mengeluh ketika berhadapan pada situasi yang tidak sesuai dengan bayangan atau impian kita. Bahkan tidak hanya mengeluh, bisa jadi kita justru malah putus asa atau menyerah. Kemudian setelah itu, menyalahkan orang lain ketika hati terasa diselimuti rasa kekcewaan. Atau kalau tidak, mencari suatu pelarian yang seakan-akan memberi suatu penyembuh perasaan kecewa.

Sejatinya kita sebagai manusia, dapat merasakan suatu kebahagiaan tanpa terikat oleh hal-hal dunia yang sifatnya hanya sementara. Kebahagiaan  itu bukan karena kita bisa pesta pora, kaya, dipuji, atau sebaliknya. Tetapi, kebahagiaan itu ada karena Iman akan Tuhan yang penuh kasih dan terwujud dalam tindakan kita bersama makhluk lain di dunia ini. Sehingga, jika demikian yang terjadi kita akan masuk Kerajaan Allah yang sangat bernilai bagi kita. Oleh karena itu, marilah kita mencari Kerajaan Allah dengan mengikuti Ian dan Asih (Iman,harapAN, dan kASIH)

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Markus 8:27-33 (Kamis Biasa Pekan VI)

Siapakah Yesus Bagiku?Doa Pembuka : Ya Bapa Mahakasih, kami bersyukur atas segala karunia-Mu dalam hidup kami melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus. Bantulah kami untuk...

Renungan Sabda: 1 Tim 6: 2c- 12 dan Lukas 8: 1 – 3 | Jumat, 20 September 2019 | Pw St. Andreas Kim Taegon,...

  Sumber Gambar: https://www.livingfaithbaxter.com/who-are-we-new-sermon-series/ Hidupilah Iman oleh: Fr. Marselinus Yudhi Nugroho “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang” (1 Tim 6: 10). Kutipan ayat dari bacaan pertama tersebut...

Renungan Sabda: Luk 12:49-53 (Kamis Pekan XXIX-B)

"Mendekat pada Sang Terang" Doa Pembuka Ya Bapa yang Maha Kasih, kami haturkan puji dan syukur pada-Mu atas pagi ini yang indah, Engkau berikan kembali anugerah...

Renungan Sabda: Luk 13:10-17 (Senin, 29 Oktober 2018, Pekan XXX-B)

“Yesus yang Mengubah” Doa Pembuka Allah Mahapengasih, kami bersyukur atas segala kasih-Mu melalui Putra-Mu Terkasih, sebab Ia telah menjadi jalan dan panutan bagi hidup dan karya...

Ditinggalkan

D I T I N G G A L K A N ----------    rasa-rasanya semua ini seperti pertandingan yang mana jalur telah ditentukan dan orang-orang berlarian saat bel...