Renungan Sabda: Yoh 3:13-17 | Sabtu, 14 September 2019 | Pesta Salib Suci

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 

Di Salib Ia Ditinggikan

Dominikus Bagaskara

     Beberapa waktu yang lalu, ‘jagat maya’ sempat dihebohkan oleh video ceramah mengenai salib. Isi video itu bagi saya sendiri malah tidak begitu penting. Hal yang justru menarik adalah adanya beragam komentar yang muncul. Ada yang merasa bingung, kesal, marah, bahkan meninggalkan komentar-komentar kasar secara online. Namun demikian, sebagian besar tanggapan itu justru melupakan hal yang paling penting dan mendasar.

       Apa sih arti salib bagi dirimu sendiri?? Salib bagi seorang Kristiani memang menjadi sumber kebanggaan sekaligus pegangan hidup. “…., demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Saya sendiri beberapa kali memperoleh kekuatan di saat-saat sulit hanya dengan memandang salib. Bagi saya pribadi, salib adalah tahta kemuliaan Yesus Kristus yang menjadi sumber kekuatan. Karena dengan salib, Yesus sungguh memperlihatkan kemuliaannya saat bangkit. Meski tersiksa dan menderita secara lahir-batin, Yesus toh tetap berjalan dengan memanggul salib-Nya. Sebab Ia sendiri tahu dan percaya bahwa justru melalui salib itulah ada kemuliaan kekal.

       Pada akhirnya, terlepas dari apa yang dikatakan orang tentang salib. Hal yang lebih penting adalah salib bagi dirimu sendiri. Yesus sendiri pun dulu menerima segala caci maki ketika memanggul salib-Nya ke Golgota. Yesus juga menerima sumpah serapah yang diarahkan pada-Nya. Namun demikian, jangankan marah atau mengutuk, Yesus justru mendoakan semua orang yang mendera dan mencaci maki diri-Nya sesaat menjelang wafat.

Semoga damai Tuhan beserta kita semua.

Berkah Dalem.

 

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Kamis, 7 Mei 2020| Hari Biasa Pekan Paskah IV | Kis 13:13-25 dan Yoh 13: 16-20

  Doa Pembuka      Allah Mahapengasih, kami percaya kepada Mu bahwa telah sepanjang segala abad Engkau melindungi kami umat Mu yang berdosa ini. Kami mohon...

Renungan Sabda: Luk 9:46-50 | Senin, 30 September 2019 | Pw S. Hieronimus

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi Ketulusan dalam pelayanan oleh: Fr. FX. FebriantoDalam bacaan Injil pada hari ini dikisahkan bahwa para murid bertengkar tentang siapa yang terbesar di...

Renungan Sabda: 1 Timotius 4:12-16 | Kamis, 19 September 2019 | Hari Biasa Pekan XXIV

Gambar: Salah satu kelompok Forum Mahasiswa Katolik yang didampingi frater Seminari Tinggi. Dokumen Pribadi. Semangat Muda oleh: Fr. Gery PintokoMasa kiniku adalah masa lalu dan masa...

Renungan Luk 14:1.7-11 (Sabtu, 3 November 2018, Pekan Biasa XXX)

"Bekerja dan Menghasilkan Buah untuk Diri Sendiri, Orang Lain, dan Tuhan" Doa Pembuka Allah Bapa yang Mahakasih, kami mohon bukalah mata kami untuk melihat kebaikan-mu, bukalah...

Renungan Sabda: Lukas 10: 1-12 | Kamis, 03 Oktober 2019 | Hari Kamis Biasa XXVI

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi “Aku mengutus kalian seperti anak domba di tengah-tengah serigala” Oleh Fr. Ristata   Ketika saya merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan pengalaman...