Renungan Sabda: Lukas 7:1-10 | Senin, 16 September 2019 | Pw S. Kornelius, Paus dan Martir, dan S. Siprianus, Uskup dan Martir

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”0em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 

https://www.joshuanhook.com/humility-foundational-attitude

 

Keistimewaan orang rendah hati

Fr. Frantiko Tamba

“Tuhan Janganlah bersusah-susah sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku”

Bayangkan secara spontan seorang perwira! Ketika mendengar kata perwira, maka yang spontan kita pikirkan adalah seseorang yang gagah, tinggi dan garang. Ia disegani oleh para prajuritnya dan ia pun dapat berbuat apa yang dia inginkan dengan kekuasaan yang dia miliki. Gambaran prajurit yang seperti ini pun rasa-rasanya dapat menggambarkan seorang prajurit yang diceriterakan di dalam Injil. Disebutkan bahwa ia memiliki bawahan, dan bawahannya akan melakukan apa saja yang dia perintahkan. Itulah gambaran perwira secara umum

Saudaraku yang terkasih, pada bagian selanjutnya kita melihat bagaimana Yesus memandang si perwira secara istimewa. Ia menjadi istimewa karena kerendahan hatinya. “Tuhan janganlah bersusah-susah sebab aku merasa tiak layak menerima Tuan dalam rumahku”, kata-kata ini menunjukkan bagaimana si perwira merendahkan dirinya di hadapan Yesus supaya Yesus mau menyembuhkan bawahannya. Saya yakin, dia bisa saja tidak peduli dengan hambanya itu, namun sebagai atasan ia rela merendahkan dirinya demi keselamatan bawahannya. Sungguh teladan yang luar biasa. Dan karena kerendahan hatinya itu, Yesus pun tergerak untuk melakukan apa yang ia mohonkan.

             Saudaraku yang terkasih, Injil hari ini memberikan pelajaran yang sangat kontekstual bagi kita. Di dalam kehidupan kita saat ini, dapat dikatakan, sulit untuk menemukan orang-orang yang rendah hati. Dunia dipenuhi dengan orang-orang yang egois, bernafsu pada prestise dan memegahkan diri atas segala yang dimiliki. Nah, kita pun ditantang untuk berbuat sebaliknya. Apakah kita mampu menjadi pribadi yang rendah hati?

Kerendahan hati tidak hanya sebatas kata. Kita sering merasa sudah rendah hati, namun hanya di dalam perasaan. Kerendahan hati itu harus terlihat dari sikap dan tutur kata kita. Yesus dapat menjadi teladan yang ideal bagi kita dalam hal kerendahan hati. Ia sungguh Allah namun Ia merendahkan diri demi keselamatan kita. Saudaraku yang terkasih, sebagai penggikut Kristus, kiranya kita pun mampu seperti Dia, rela merendahkan diri untuk sesama kita dan supaya dengan demikian kita pun menjadi istimewa di hadapan-Nya.[]

 

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Renungan Sabda: Yoh 6:37-40 (Jumat, 2 November 2018, Peringatan Arwah Semua Orang Beriman)

"JIWA DI API PENYUCIAN" DOA PEMBUKA       Allah yang Mahakasih, kami besyukur Engkau anugerah iman untuk mengenalMu dan pengharapan akan hidup kekal bersamaMu. Kami...

Sajak Politik

Sajak Politik: Cinta Tak Perlu Berkelit   Energi! Pendar cahaya bulan sabit, memaksaku duduk dalam gelisah. Saraf-saraf memori tak henti mengernyit, menggugat memori di alam sumpah:                   “Aku berjanji mengabdi untuk...

Renungan Sabda: Matius 15:29-37 | Rabu, 4 Desember 2019 | Hari Biasa Pekan Adven I

Sumber Gambar: https://medium.com/bukantologi/dariku-perempuan-yang-setia-menunggu-8c2e04a73b5 Mari Ber-peka Oleh: Fr. Benedictus Aditya Relliantoko“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan ….”Ketika saya masuk ke ruang makan, ada dua orang teman yang sibuk mengepel...

Renungan Sabda: Markus 8:11-13 (Senin Biasa Pekan VI)

Allah, bagai Orang Tua yang BaikDoa Pembuka:     Allah yang penuh kasih, kami bersyukur atas anugerah hidup ini. Kami ingin menemukan makna...

Renungan Sabda: Matius 5: 43-48 (Selasa Biasa Pekan X)

"Kasihilah musuhmu"   Hari ini Tuhan Yesus berkotbah di bukit dan berkata: “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata...