Beranda Renungan Sabda Renungan Sabda: Lukas 7:11-17 | Selasa, 17 September 2019 | Hari Biasa

Renungan Sabda: Lukas 7:11-17 | Selasa, 17 September 2019 | Hari Biasa

0
Renungan Sabda: Lukas 7:11-17 | Selasa, 17 September 2019 | Hari Biasa
Sumber Gambar: dokumen pribadi

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Kasih Kerahiman Allah

oleh: Fr. Frech Sinaga

“Dan ketika Tuhan Yesus melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu ia berkata kepada-Nya: Jangan menangis!…”. (Luk 7:11-17)

Kelanjutan dari kisah di atas ialah Yesus membangkitkan anak dari janda itu yang sudah mati.

Saudara-saudariku yang tekasih, ada 3 hal yang saya tawarkan untuk kita renungkan dari bacaan Injil hari ini. Pertama, sama seperti yang ia lakukan bagi janda yang malang, demikian pula dia selalu memberikan kebaikan kepada kita setiap hari. Tuhan Yesus tahu isi hati kita, dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Dia memberikan segala yang kita butuhkan. Kedua, Tuhan Yesus mengangkat kita dari kuasa kegelapan. Mukjizat yang Yesus lakukan bagi anak si janda yang sudah mati itu menjadi tanda nyata bahwa Tuhan Yesus adalah Sang Putera Allah yang telah menebus, menyelamatkan dan pada waktu-Nya nanti akan memberikan kehidupan kekal bagi kita manusia. Ketiga, Tuhan Yesus memberikan teladan bagi kita, yakni tentang bagaimana kita dapat mewartakan Kasih kepada semua orang, terlebih bagi mereka yang lemah, tersingkir dan difabel, sama seperti janda dalam konteks Yahudi yang dianggap sebagai kaum tek berdaya.

Saudara-saudariku yang terkasih, segala kebaikan yang kita alami dalam hidup adalah anugerah dari Allah. Allah hadir, menemani dan membantu kita dalam setiap langkah hidup kita. Kasih Allah itu nyata kita alami lewat orang-orang yang ada di sekitar kita, keluarga, sahabat, pasangan, pengajar, murid, umat Gereja, masyarakat dan masih banyak lagi. Semuanya itu kita terima melulu karena kasih kerahiman Allah. Dia membuat kita aman dan nyaman. Dia mengangkat kita dari lembah kesedihan. Dia menghibur kita dari jerat kegalauan.

Pertanyaannya ialah: apakah kita sudah mampu menyadari semua kebaikan yang kita terima sebagai rahmat kasih kerahiman dari Allah? Apakah kita mampu meneladani Yesus yang dengan rendah hati memberikan kasih kepada semua orang, terutama mereka yang membutuhkannya? []

 

“Ya Tuhan, ajari aku untuk mensyukuri kasih kerahiman-Mu agar sekiranya aku mampu untuk membagikannya kepada sesamaku, sama seperti yang Engkau teladankan kepadaku. Amin”  

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Switch Language >>