Renungan Sabda: Lukas 7,31-35 | Rabu, 18 September 2019 | Hari Biasa

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 Sumber Gambar: https://alert-it.co.uk/wp-content/uploads/2014/12/Lend-a-HAND-450×300.jpg

Menerima Apa Adanya

oleh: Fr. Gandhi Raka

“Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.” [Lukas 7, 31-35]


Suatu hari, saya melewatkan waktu di sebuah kantin bersama dengan teman-teman yang lain. Sembari beristirahat dan menikmati makanan kecil, selalu saja ada obrolan yang muncul di antara kami. Obrolan kami bisa jadi tentang kelas yang kami ikuti, tentang film yang baru-baru ini ditonton, mungkin juga sharing panggilan sesama kon-frater. Akan tetapi, tidak jarang pula obrolan kami berupa gosip yang membicarakan seseorang khususnya terkait ‘hal-hal yang tidak disukai’ “dia tuh orangnya seperti ini…,” “dia kok kaya’ gitu, ya…” Semua ikut nimbrung dan bersaing sebagai pemilik informasi terbanyak tentang orang tersebut.
Saudara-saudari terkasih, tentu kita dapat memilih untuk berteman dengan orang yang cocok dengan pribadi kita; baik yang memiliki hobi sama, berada di kelas yang sama, memiliki pola pikir yang sama, dsb. Akan tetapi, memilih teman bukan berarti mengasingkan orang lain yang bukan teman. Sama seperti Sabda Tuhan Yesus hari ini: Yesus mengingatkan kita semua untuk dapat menerima semua apa adanya, termasuk orang lain. Setiap orang selalu memiliki sisi baik dan pasti pernah melakukan kesalahan.
Seringkali, kita menghindari orang karena telah mendengar hal yang kurang baik tentang orang tersebut. Hal ini adalah dampak nyata dari gosip yang kita buat. Oleh karena itu, marilah kita berhenti memberikan kesan tidak baik terhadap orang lain dan mulai belajar untuk menerima apa adanya. Berkah Dalem. []

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Luk 14:15-24 (Selasa, 6 November 2018, Pekan Biasa XXXI)

"PEDULI DAN TANGGAP"Doa Pembuka      Tuhan Allah kami, ajarilah kami untuk setia mendengarkan dan melaksanakan sabda-sabda-Mu di dunia ini, agar kami pun memperoleh kebahagiaan...

Renungan Sabda: Markus 9:38-40 (Rabu Biasa Pekan VII)

Sederhana menuju sukacitaDoa Pembuka     Allah Bapa Yang Maha Bijaksana, Engkau telah meneguhkan kami melalui kebijaksanaan-Mu yang tidak terselami. Kami mohon, ajarilah kami untuk...

Renungan Sabda: Markus 9:30-37 (Selasa Biasa Pekan VII)

Menghadapi Pencobaan bersama Kristus  Doa Pembuka     Allah Yang Mahabaik, kami bersyukur atas kebaikan-Mu sepanjang hidup kami. Kami menyadari atas kelemahan dan kerapuhan diri kami...

Renungan Sabda: Markus 9:41-50 (Kamis Biasa Pekan VII)

Tanggung jawab akan perutusanDoa Pembuka     Ya Tuhan yang maha pengasih, kami bersyukur sebab dengan kasih Mu kami selalu berada dalam jalan kebenaran dan...

Dirgahayu 50th! Rumah Pejuang Mimpi

         Berbicara mimpi, tidak berhenti hanya di imajinasi. Mimpi bersambung dengan visi, misi, strategi dan aksi untuk meraihnya. Begitu pula yang...