Renungan Sabda: 1 Tim 6: 2c- 12 dan Lukas 8: 1 – 3 | Jumat, 20 September 2019 | Pw St. Andreas Kim Taegon, St. Paulus Chong Hasang, dkk martir Korea

[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″][et_pb_text quote_border_weight=”27px” quote_border_color=”#e02b20″ admin_label=”Text” _builder_version=”3.21″ text_font=”||||||||” quote_font=”Cabin||||||||” quote_text_align=”right” quote_text_color=”#0c71c3″ quote_font_size=”23px” quote_line_height=”1.2em” header_font=”||||||||” header_2_font=”Atma|||on|||||” header_2_text_align=”center” header_2_text_color=”#c80e04″ header_2_font_size=”27px” header_2_letter_spacing=”2px” header_2_line_height=”1.1em” header_2_text_shadow_style=”preset4″ header_3_font=”Atma||||||||” header_3_text_color=”#e02b20″ header_4_font=”Atma||||||||” header_4_text_color=”#651906″ header_4_font_size=”19px” header_4_line_height=”1.5em” header_5_font=”Atma||||||||” header_5_text_color=”#e02b20″ header_5_letter_spacing=”3px” header_5_text_shadow_style=”preset4″ header_6_font=”Advent Pro||||||||” background_size=”contain” background_repeat=”round” background_blend=”difference” border_width_left=”0px” custom_margin=”||0px”]

 

Sumber Gambar: https://www.livingfaithbaxter.com/who-are-we-new-sermon-series/

Hidupilah Iman

oleh: Fr. Marselinus Yudhi Nugroho

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang” (1 Tim 6: 10). Kutipan ayat dari bacaan pertama tersebut mengungkapkan realitas kehidupan yang penuh dengan kompetisi duniawi. Setiap manusia saat ini beranggapan bahwa kehidupan akan berlangsung dengan adanya uang. Uang merupakan bentuk perkembangan dari budaya tukar menukar barang (barter) yang terjadi di masa lampau. Oleh sebab itu, manusia akan mendapatkan barang-barang yang mereka sukai apabila mempunyai banyak uang. Mulai dari saat itu, makna kehidupan yang dijalani manusia berubah. Secara sederhana, kehidupan akan berlangsung dengan cukup asal ada makanan dan pakaian. Maka tinggalkanlah kebiasaan memburu uang dan bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar (1 Tim 6: 12).

Seorang yang berani menghidupi iman akan senantiasa disertai Allah. Penyertaan Allah sungguh nyata, seperti telah diungkapkan dalam Injil hari ini, pewartaan Injil Kerajaan Allah yang dilakukan Yesus senantiasa disertai Kedua belas murid dan beberapa wanita. Iman yang menyala-nyala dapat mengusir roh-roh jahat dan memberi harapan hidup, oleh sebab itu penyertaan Allah akan semakin tercurah melalui setiap orang yang dilayani. Melayani sesame jauh lebih bermakna bagi kehidupan daripada menindas sesame demi mendapatkan uang.

St. Andreas Kim Taegon, St. Paulus Chong Ha-Sang dan para martir Korea yang kita peringati hari ini adalah saksi-saksi iman yang hidup. Mereka dibunuh demi pertumbuhan dan perkembangan Iman Kristiani di Korea. Ketahuilah, bahwa Iman Kristiani di Korea tumbuh ketika penjajahan Jepang melalui orang-orang awam Kristiani yang  merupakan tentara Jepang. Gereja Korea berteguh di dalam iman Kristiani tanpa seorang imam misionaris. Artinya, mereka tidak merayakan Ekaristi yang merupakan sumber dan puncak kehidupan Iman Kristiani ketika iman Kristiani mulai mengakar. Korea baru menerima kedatangan para imam misionaris pada tahun 1836. Dalam kerinduan bersatu dengan Kristus, mereka menjadi saksi adanya ketekunan menghidupi iman. Bersatu dengan Kristus memberi mereka makna kehidupan yang mendalam. []

 

 

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Discover

Sponsor

Latest

Renungan Sabda: Lukas 15:1-10 (Singkat) | Minggu, 15 September 2019 | Hari Minggu Biasa XXIV

  Yesus Kristus Penyelamat yang Hilang Fr. Agustinus Erfan Sanjaya Simamora   Yesus Kristus duduk dan makan bersama orang-orang berdosa merupakan tindakan cinta kasih-Nya kepada setiap manusia....

Renungan Sabda: Matius 8:16-18 (Senin Pekan XXV-B)

"Shine On..." Doa Pembuka Bapa yang penuh belaskasih, kami bersyukur atas kasih-Mu yang selalu memberi kami hidup setiap harinya. Namun kami juga mohon ampun karena kadangkala...

Renungan Sabda: Yoh 1: 1-18 | Selasa, 31 Desember 2019 | Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

Sumber Gambar: https://merahputih.com/media/15/32/74/1532745b2aade3c16dcb90ccb50d33b1.jpgHidup ini Indah karena Kristus Fr. Yohanes Oktantra Prasetya Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam...

Renungan Sabda: Luk 12:54-59 (Jumat Pekan XXIX-B)

"Damai di Hati"  Doa pembuka Allah Mahabaik, kami bersyukur atas kebaikan-Mu yang telah kami rasakan selama ini. Ya Bapa, Engkau telah menciptakan kami serupa dan secitra...

Renungan Sabda: Lukas 15:1-10 | Kamis, 07 November 2019 | Hari Biasa Pekan XXXI

  Ikutilah Yesus Fr. Hilarius Panji Setiawan"Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. (Luk. 15:10)"   ...